Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raksasa Singapura Sembcorp, Investor PLTS Perdana di IKN Tanam Rp 900 Miliar

Kompas.com, 28 November 2025, 12:25 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada kecepatan pembangunan fisik, tetapi juga pada fondasi energi yang digunakan.

IKN secara tegas menetapkan energi bersih sebagai prioritas utama dalam mewujudkan visi sebagai sustainable forest city.

Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama strategis antara Otorita IKN dan PT Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE), Kamis (27/11/2025).

Baca juga: Serapan Anggaran Otorita IKN Baru Rp 4,99 Triliun

PT NSSE, sebuah Joint Venture Company antara PLN Nusantara Renewables dan raksasa Singapura, SembCorp Utilities Pte. Ltd., hadir sebagai pengembang pertama yang menyediakan layanan dasar green energy di wilayah IKN.

Investasi Rp 900 Miliar untuk Ketahanan Energi Hijau

Kolaborasi ini mencatatkan nilai investasi signifikan mencapai Rp 900 miliar. Investasi ini adalah bukti konkret bahwa visi keberlanjutan IKN didukung oleh dana yang terukur dan sinergi antara BUMN strategis dan sektor swasta global.

Melalui perjanjian ini, PT NSSE akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 megawatt (MW) di titik dengan tingkat iradiasi terbaik di kawasan IKN.

Infrastruktur energi hijau ini diproyeksikan menghasilkan 92,8 GWh listrik per tahun.

"PLTS 50 MW ini akan menjadi tulang punggung kelistrikan hijau IKN, memastikan pasokan energi yang andal sejak tahap awal pembangunan kota," ujar Basuki.

Baca juga: 4.100 ASN Dipindahkan Bertahap ke IKN hingga Tahun 2028

Langkah ini secara langsung mendukung percepatan transformasi menuju sistem ketenagalistrikan rendah karbon, yang merupakan prasyarat mutlak bagi kota modern dan cerdas.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi bersih ini adalah bagian tak terpisahkan dari filosofi dasar IKN.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa visi kita membangun Nusantara sebagai sustainable forest city bukan hanya konsep, tetapi diwujudkan melalui program nyata dan investasi yang terukur,” ujarnya.

Komitmen Nasional dan Global

Proyek PLTS 50 MW ini memiliki relevansi strategis yang melampaui batas-batas IKN. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam mendukung komitmen nasional Indonesia untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

Baca juga: Belanja Negara di IKN Tembus Rp 11,38 Triliun, Digunakan Apa Saja?

Otorita IKN berkomitmen memastikan seluruh infrastruktur kota dikembangkan dengan prinsip rendah karbon.

IKN sendiri diposisikan tidak hanya sebagai ibu kota modern dan cerdas, tetapi juga sebagai laboratorium dan proyek percontohan transformasi energi bersih nasional, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap masa depan yang berkelanjutan di mata dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau