Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota masa depan yang berkelanjutan tidak hanya terwujud dari arsitektur hijau dan energi terbarukan, tetapi juga dari pengelolaan sampahnya.
Otorita IKN telah menetapkan target ambisius 60 persen daur ulang sampah secara optimal pada tahun 2035.
Untuk mencapai tujuan ini, Otorita IKN secara konsisten mengampanyekan gaya hidup 'zero waste' (nir-sampah) yang dimulai dari pemilihan sampah sejak di rumah tangga.
Baca juga: Ekonomi Kaltim Bakal Tumbuh hingga 5,3 Persen, Dipicu IKN dan Migas
Direktur Pengembangan, Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air OIKN, Onesimus Patiung, menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama.
"Targetnya adalah sampai 2035, 60 persen sampah di IKN sudah bisa recycle, kami harap mendapat dukungan dari masyarakat terutama dari kaum ibu," ujar Onesimus, dikutip dari Antara, Senin (1/12/2025).
Ia menjelaskan, jika hanya mengandalkan petugas kebersihan, pengelolaan sampah akan sulit dan memakan waktu lama, sehingga inisiatif harus dimulai dari setiap rumah tangga.
Prinsip pengelolaan sampah di IKN sangat sederhana namun transformatif.
Sampah Organik diubah menjadi kompos, yang bermanfaat untuk kesuburan tanah dan mendukung pertanian perkotaan.
Sementara sampah Non-Organik disulap menjadi barang bernilai tinggi melalui proses daur ulang dan kreasi.
Baca juga: Perkembangan Terbaru Istana Wapres di IKN, Tembus 86 Persen
Konsep ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sejalan dengan visi IKN sebagai kota yang memberdayakan warganya.
Onesimus menuturkan, ada peran strategis kaum ibu dalam mewujudkan target daur ulang ini.
"Kami berharap terus mendapat dukungan dari kaum ibu, diantaranya yang digerakkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Otorita IKN yang melihat sampah sebagai hal yang bisa bernilai ekonomi," tambahnya.
Dukungan nyata ini terwujud pada Sabtu (29/11/2025), ketika DWP Otorita IKN menyelenggarakan workshop daur ulang sampah plastik dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-26.
Baca juga: Mengungkap Progres Istana Wapres, Kantor Gibran Bekerja di IKN
Acara yang digelar di Multifunction Hall, Kantor Kemenko 3 IKN, ini bertujuan membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Melalui pelatihan semacam ini, tidak hanya edukasi yang diberikan, tetapi juga peluang ekonomi bagi ibu-ibu di wilayah IKN, sekaligus secara signifikan mengurangi timbunan sampah yang sulit diurai.