Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otorita Targetkan 60 Persen Sampah IKN Bisa Didaur Ulang

Kompas.com, 1 Desember 2025, 16:42 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota masa depan yang berkelanjutan tidak hanya terwujud dari arsitektur hijau dan energi terbarukan, tetapi juga dari pengelolaan sampahnya.

Otorita IKN telah menetapkan target ambisius 60 persen daur ulang sampah secara optimal pada tahun 2035.

Untuk mencapai tujuan ini, Otorita IKN secara konsisten mengampanyekan gaya hidup 'zero waste' (nir-sampah) yang dimulai dari pemilihan sampah sejak di rumah tangga.

Baca juga: Ekonomi Kaltim Bakal Tumbuh hingga 5,3 Persen, Dipicu IKN dan Migas

Direktur Pengembangan, Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air OIKN, Onesimus Patiung, menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama.

"Targetnya adalah sampai 2035, 60 persen sampah di IKN sudah bisa recycle, kami harap mendapat dukungan dari masyarakat terutama dari kaum ibu," ujar Onesimus, dikutip dari Antara, Senin (1/12/2025).

Ia menjelaskan, jika hanya mengandalkan petugas kebersihan, pengelolaan sampah akan sulit dan memakan waktu lama, sehingga inisiatif harus dimulai dari setiap rumah tangga.

Dari Sampah Menjadi Nilai Ekonomi

Prinsip pengelolaan sampah di IKN sangat sederhana namun transformatif.

Sampah Organik diubah menjadi kompos, yang bermanfaat untuk kesuburan tanah dan mendukung pertanian perkotaan.

Sementara sampah Non-Organik disulap menjadi barang bernilai tinggi melalui proses daur ulang dan kreasi.

Baca juga: Perkembangan Terbaru Istana Wapres di IKN, Tembus 86 Persen

Konsep ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sejalan dengan visi IKN sebagai kota yang memberdayakan warganya.

Onesimus menuturkan, ada peran strategis kaum ibu dalam mewujudkan target daur ulang ini.

"Kami berharap terus mendapat dukungan dari kaum ibu, diantaranya yang digerakkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Otorita IKN yang melihat sampah sebagai hal yang bisa bernilai ekonomi," tambahnya.

Dukungan nyata ini terwujud pada Sabtu (29/11/2025), ketika DWP Otorita IKN menyelenggarakan workshop daur ulang sampah plastik dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-26.

Baca juga: Mengungkap Progres Istana Wapres, Kantor Gibran Bekerja di IKN

Acara yang digelar di Multifunction Hall, Kantor Kemenko 3 IKN, ini bertujuan membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Melalui pelatihan semacam ini, tidak hanya edukasi yang diberikan, tetapi juga peluang ekonomi bagi ibu-ibu di wilayah IKN, sekaligus secara signifikan mengurangi timbunan sampah yang sulit diurai.

Edukasi dan Pemberdayaan Komunitas

Workshop ini menarik perhatian luas, dengan kehadiran 60 peserta dari berbagai komunitas dan desa di sekitar wilayah delineasi IKN.

Anggota DWP Otorita IKN, PKK Kecamatan Sepaku, Desa Wonosari, Desa Semoi 2, Desa Bumi Harapan, hingga Kelurahan Amburawang Barat turut serta.

Baca juga: Mengupas Profil Sembcorp, Investor Kunci PLTS Rp 900 Miliar di IKN

Kehadiran ibu-ibu PKK ini mencerminkan semangat gotong royong dan antusiasme dalam mendukung pembangunan Nusantara yang lebih hijau dan asri.

Yang menarik, workshop ini menghadirkan Recycling Village, sebuah komunitas daur ulang yang berfokus pada pengolahan sampah plastik rumah tangga 'nilai rendah'.

Jenis plastik seperti kantong kresek, poly-mailer, dan bubble wrap selama ini sulit ditangani melalui daur ulang industri konvensional.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif, mulai dari teori pengolahan sampah plastik hingga praktik langsung membuat kerajinan tangan, seperti tas.

Percontohan Kota Berkelanjutan

Inisiatif daur ulang sampah di IKN ini adalah langkah konkret menuju pembangunan kota yang benar-benar berkelanjutan.

Baca juga: Serapan Anggaran Otorita IKN Baru Rp 4,99 Triliun

Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, terutama kaum ibu sebagai pengelola utama rumah tangga, Otorita IKN tidak hanya menargetkan angka daur ulang yang tinggi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan budaya ramah lingkungan.

"Kampanye 'zero waste' yang dimulai dari tingkat rumah tangga ini menunjukkan bahwa visi IKN bukan hanya tentang infrastruktur megah, tetapi juga tentang pembentukan masyarakat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, mengubah sampah dari masalah menjadi sumber daya bernilai," tuntas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau