Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komisi XI DPR RI Restui Penuh Kelanjutan Pembangunan IKN

Kompas.com, 11 Desember 2025, 22:34 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Keberlanjutan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) mendapatkan suntikan optimisme baru dari parlemen.

Komisi XI DPR RI secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap akselerasi pembangunan IKN.

Langkah ini menjadi sinyal krusial bagi publik dan investor bahwa transisi pusat pemerintahan Indonesia telah berada pada jalur hukum dan fisik yang tidak terhentikan.

Baca juga: Menteri Sarawak Bawa Proposal ke IKN, Bangun Jalur Kereta Lintas 3 Negara

Kunjungan Kerja Reses yang dilakukan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen negara dalam mewujudkan pusat peradaban baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Menilik "Wajah" Masa Depan Indonesia

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, memimpin langsung rombongan dalam meninjau titik-titik vital yang akan menjadi jantung kekuasaan Indonesia, Rabu (10/12/2025).

Mulai dari kemegahan Istana Negara, ikonografi Istana Garuda, hingga lokasi strategis yang nantinya akan menjadi Kawasan Legislatif.

Dolfie menilai bahwa apa yang terlihat di lapangan saat ini adalah implementasi nyata dari amanat undang-undang.

Baca juga: Air Borneo Siap Buka Rute Penerbangan Langsung ke IKN

Progres infrastruktur yang masif mencerminkan visi besar Indonesia untuk keluar dari sentralisme geografis masa lalu.

“Progres pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagaimana yang diamanatkan undang-undang sudah dijalankan. Tentu harapan kami untuk IKN sebagai masa depan Indonesia ini, terus berjalan sebagaimana yang ditetapkan undang-undang,” tegas Dolfie.

Kolaborasi Lintas Sektoral

Dukungan Komisi XI memiliki bobot yang sangat berat karena perannya sebagai pengawas kebijakan fiskal dan perencanaan pembangunan.

Dalam kunjungan ini, mereka menggandeng mitra strategis utama: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Baca juga: Strategi BI Kaltim Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tekan Ketergantungan Batubara

Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBN dikelola secara transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada akselerasi fisik di lapangan.

Pengawasan ketat dari Komisi XI menjadi jaminan bagi para pemangku kepentingan bahwa tata kelola keuangan IKN tetap terjaga di tengah ambisi pembangunan yang cepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau