Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Agama Dijadwalkan Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Kompas.com, 30 Januari 2026, 22:13 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Langit Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kalimantan Timur, yang biasanya riuh oleh deru mesin konstruksi, sebentar lagi akan bersalin rupa menjadi palung spiritual yang syahdu.

Hal ini karena Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, dijadwalkan melangsungkan ibadah salat Tarawih perdana di Masjid Negara IKN, yang merupakan mahakarya arsitektur modern.

Baca juga: Istana Wakil Presiden di IKN Dilengkapi Kolam Renang 50 Meter

Kepastian ini diungkapkan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang mengonfirmasi bahwa menag sekaligus tokoh agama tersebut menaruh perhatian khusus untuk dapat beribadah di sana saat pintu masjid pertama kali dibuka untuk publik.

“Kalau Pak Menag penginnya (salat) pertama di sini. Kemarin saya dapat kabar dari Pak Sekjen Kemenag,” ujar Basuki menjawab Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Desain "Sorban" Nyoman Nuarta

Berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar, Masjid Negara IKN bukanlah tempat ibadah biasa.

Jika sebagian besar masjid di Tanah Air berkiblat pada kubah tradisional, Masjid Negara IKN mendobrak pakem tersebut dengan langgam arsitektur organik-futuristik.

Sang maestro patung, I Nyoman Nuarta, merancang kubah masjid ini menyerupai lipatan sorban yang dinamis, sebuah simbol penghormatan terhadap tradisi Islam yang dibalut dalam gerak semesta yang modern.

Baca juga: IKN Bakal Punya Concert Hall Kelas Dunia, Mulai Dibangun 2027

Dilihat dari kejauhan, bangunan seluas 61.596 meter persegi ini tampak seolah "terapung" di atas air.

Hal ini dikarenakan masjid dikelilingi oleh kolam retensi atau embung buatan, yang selain berfungsi estetis, juga bertindak sebagai pengendali air di kawasan tersebut.

Secara filosofis, keberadaan air di sekeliling masjid melambangkan kesucian dan ketenangan yang menjadi inti dari setiap ibadah.

Secara teknis, masjid ini dirancang mampu menampung hingga 61.392 jemaah secara keseluruhan.

Baca juga: Cerlang Nusantara Karya Yori Antar Juara Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN

Ruang salat utamanya dibuat lapang tanpa tiang tengah, memberikan kesan ketakterhinggaan hubungan manusia dengan Ilahi.

Selain itu, kompleks ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna, serta fasilitas pendukung lainnya seperti perpustakaan digital, ruang pertemuan, dan area komersial bagi UMKM lokal.

Menanti Kesiapan Akhir di Ambang Ramadan

Meski secara fisik bangunan telah menunjukkan progres signifikan mencapai lebih dari 98 persen, Basuki mengakui masih ada beberapa detail interior yang harus segera dirampungkan, terutama terkait penyediaan furnitur dan ornamen estetik.

Baca juga: Komisi VI DPR: Pembangunan IKN Tahap II Harus Diawasi secara Ketat

“Fisiknya saya kira sudah (selesai). Cuma furnitur-nya kan BU (Badan Usaha) tidak siapkan, jadi kami harus siapkan lagi dulu desainnya,” jelas Basuki.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau