Hal ini karena Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, dijadwalkan melangsungkan ibadah salat Tarawih perdana di Masjid Negara IKN, yang merupakan mahakarya arsitektur modern.
Kepastian ini diungkapkan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang mengonfirmasi bahwa menag sekaligus tokoh agama tersebut menaruh perhatian khusus untuk dapat beribadah di sana saat pintu masjid pertama kali dibuka untuk publik.
“Kalau Pak Menag penginnya (salat) pertama di sini. Kemarin saya dapat kabar dari Pak Sekjen Kemenag,” ujar Basuki menjawab Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Desain "Sorban" Nyoman Nuarta
Berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar, Masjid Negara IKN bukanlah tempat ibadah biasa.
Jika sebagian besar masjid di Tanah Air berkiblat pada kubah tradisional, Masjid Negara IKN mendobrak pakem tersebut dengan langgam arsitektur organik-futuristik.
Sang maestro patung, I Nyoman Nuarta, merancang kubah masjid ini menyerupai lipatan sorban yang dinamis, sebuah simbol penghormatan terhadap tradisi Islam yang dibalut dalam gerak semesta yang modern.
Dilihat dari kejauhan, bangunan seluas 61.596 meter persegi ini tampak seolah "terapung" di atas air.
Hal ini dikarenakan masjid dikelilingi oleh kolam retensi atau embung buatan, yang selain berfungsi estetis, juga bertindak sebagai pengendali air di kawasan tersebut.
Secara filosofis, keberadaan air di sekeliling masjid melambangkan kesucian dan ketenangan yang menjadi inti dari setiap ibadah.
Secara teknis, masjid ini dirancang mampu menampung hingga 61.392 jemaah secara keseluruhan.
Ruang salat utamanya dibuat lapang tanpa tiang tengah, memberikan kesan ketakterhinggaan hubungan manusia dengan Ilahi.
Selain itu, kompleks ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna, serta fasilitas pendukung lainnya seperti perpustakaan digital, ruang pertemuan, dan area komersial bagi UMKM lokal.
Menanti Kesiapan Akhir di Ambang Ramadan
Meski secara fisik bangunan telah menunjukkan progres signifikan mencapai lebih dari 98 persen, Basuki mengakui masih ada beberapa detail interior yang harus segera dirampungkan, terutama terkait penyediaan furnitur dan ornamen estetik.
“Fisiknya saya kira sudah (selesai). Cuma furnitur-nya kan BU (Badan Usaha) tidak siapkan, jadi kami harus siapkan lagi dulu desainnya,” jelas Basuki.
Pihaknya kini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan interior masjid memiliki kualitas yang setara dengan kemegahan eksteriornya sebelum Ramadan tiba.
Bagi Basuki, kesiapan masjid ini untuk ibadah Tarawih menjadi indikator kuat bahwa pusat pemerintahan IKN sudah mulai "bernafas".
Ia optimistis jika ibadah Tarawih bisa terlaksana, maka salat Idul Fitri pertama di Masjid Negara IKN bukan lagi sekadar impian.
“Saya kira kalau Tarawih sudah (bisa), berarti shalat Id bisa,” tambahnya dengan nada optimistis.
Kehadiran Masjid Negara IKN yang bersandingan dengan Basilika Nusantara dan tempat ibadah lintas agama lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menjadi pesan kuat kepada dunia.
IKN bukan hanya dibangun sebagai pusat administrasi, tetapi sebagai suaka toleransi di mana moderasi beragama tumbuh subur di tengah ekosistem smart forest city.
https://ikn.kompas.com/read/2026/01/30/221323087/menteri-agama-dijadwalkan-salat-tarawih-perdana-di-masjid-negara-ikn