Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Meski Ditinggal Mudik, Kondisi IKN Dipastikan Aman dan Terkendali

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik memastikan hal itu usai melepas mudik 500 peserta program "Mudik Asyik BUMN 2024", di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Minggu (7/4/2024).

Menurut Akmal, banyak pekerja infrastruktur IKN yang mudik. Namun, walaupun mereka mudik, infrastruktur strategis tetap dijaga.

"Kami berharap semua dalam situasi aman, dan kondusif, dan para pemudik (pekerja infrastruktur) selamat sampai tujuan, dan para ASN/PNS kembali bekerja sesuai waktu yang ditetapkan," tutur Akmal.

Hal senada dikatakan Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo. Menurutnya, pengamanan IKN tidak berhenti, dilakukan selama 24 jam penuh.

"Kami menjaga kawasan IKN lebih intensif, sementara ditinggal mudik oleh para pekerja. Dan secara umum tidak ada gangguan keamanan. Selruruhnya aman dan kondusif," tegas Tri kepada Kompas.com.

Untuk pengamanan IKN selama perhelatan mudik Lebaran 2024, Kodam VI Mulawarman mengerahkan 100 personil.

Bahkan, guna memastikan bahwa PSN di IKN tersebut berjalan dengan tertib dan terkendali, serta untuk menjamin keamanan dan kelancaran selama bulan Ramadhan, Tri dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto melakukan kunjungan kerja.

Dalam kunjungannya, Pangdam dan Kapolda meninjau langsung progres pembangunan Bandara VVIP dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, serta melihat kondisi Pos Pelayanan Operasi Ketupat di Sepaku.

Kedua pejabat tersebut juga mengucapkan doa agar bulan Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan ketaqwaan dan keberkahan bagi seluruh umat muslim.

Dengan kunjungan ini, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan keberlangsungan proyek-proyek pembangunan serta menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan.

Kodam VI Mulawarman juga melakukan pengamanan di titik-titik rawan dan strategis, terutama di Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara (PPU), dan seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Demikian halnya jaminan keamanan juga diberikan oleh Pangkalan TNI AL Balikpapan atau Lanal Balikpapan.

Menurut Danlanal Balikpapan Kolonel Laut Edi Kiswanto pengamanan di perairan Balikpapan selama perhelatan mudik dan kelak arus balik Lebaran, dilaksanakan seoptimal mungkin.

"Kami mengamankan wilayah perairan Kalimantan Timur, terutama Balikpapan, Samarinda, Tarakan, melalui operasi-operasi yang digelar di laut, sehingga kami dalam hal ini TNI AL melaksanakan pengamanan-pengamanan sesuai dengan tugas kami," tutur Edi kepada Kompas.com.

Lanal Balikpapan sendiri mengerahkan 50 personil untuk menjaga perairan Kaltim sejak H-7 hingga H+7 Lebaran 2024.

"Hingga sejauh ini aman, tidak ada gangguan keamanan. Kami senantiasa siap siaga mengantisipasinya," tandas Edi.

https://ikn.kompas.com/read/2024/04/07/165324087/meski-ditinggal-mudik-kondisi-ikn-dipastikan-aman-dan-terkendali

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com