Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

IKN, Pemicu Kredit Konstruksi Jadi Tiga Terbesar di Kaltim

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menegaskan hal itu saat menjawab pertanyaan Kompas.com, Kamis (2/5/2024).

Menurut Robi, sektor konstruksi ini berada di bawah sektor perdagangan, dan sektor pertanian.

"Pembangunan IKN memang sangat berdampak pada penyaluran kredit. Ada banyak kontraktor pelaksana yang terlibat dalam pembangunan IKN, tak hanya tingkat Nasional seperti PT PP (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau BUMN lainnya, juga kontraktor lokal," jelas Robi.

Analis Fungsi Data dan Statistik Ekonomi Keuangan BI Perwakilan Balikpapan Aris Rudianto menambahkan, penyaluran kredit di Balikpapan harus melihat juga penyaluran kredit secara Nasional.

Proyeksi BI pada tahun 2024 ini, pertumbuhan kredit meningkat 12 persen year on year dibandingkan tahun 2023.

Kendati demikian, lanjut Aris, karakteristik pertumbuhan kredit Nasional direspons berbeda-beda oleh setiap daerah, baik kota, kabupaten, atau provinsi.

"Banyak faktor yang memengaruhi penyaluran kredit. Salah satunya adalah kebijakan kenaikan BI Rate. Tujuan utamanya kan stabilitas nilai tukar Rupiah. Itu juga menjadi salah satu faktor," jelas Aris.

Kembali pada penyaluran kredit di Balikpapan, menurut Aris, justru terjadi kontraksi yakni minus 4,43 persen secara tahunan.

"Salah satunya memang didorong oleh permintaan kredit investasi dan modal kerja yang menurun juga," cetus Aris.

Secara histori, kondisi penyaluran kredit investasi dan modal kerja di Kalimantan juga dipengaruhi banyak faktor. 

Misalnya, pada periode Lebaran dengan banyak hari libur menyebabkan waktu operasional dan produksi sebuah perusahaan menjadi berkurang. Akibatnya, permintaan kredit pun berkurang.

Kendati begitu, BI tidak akan berhenti menyempurnakan kebijakan untuk mendorong kredit. Salah satunya melalui kebijakan Insentif Liabilitas Makro Prudensial.

Ini merupakan cara BI mendorong perbankan agar lebih aktif lagi menyalurkan kredit terutama pada sektor-sektor prioritas, seperti hilirisasi minerba, hilirisasi pangan, sektor perumahan, sektor ekonomi hijau, dan sektor inklusif lainnya.

"Itu terus didorong agar meningkatkan kreditnya," imbuh Aris.

Inflasi terjaga

Sementara itu, terkait dengan inflasi selama Triwulan I-2024 di Balikpapan, memastikan masih terjaga stabilitasnya.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi inflasi, dan BI telah menyiapkan langkah-langkahuntuk mengendalikannya, agar tetap berada dalam batas stabil dan sesuai target yang ditetapkan.

"Inflasi Balikpapan masih berada pada angka 3,06 persen," cetus Robi.

Inflasi ini masih dipengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas yang termasuk dalam 10 indeks kelompok pengeluaran. Pertama, makanan, minuman dan tembakau. Pengaruhnya mencapai 6,52 persen.

Kemudian tomat, jagung manis, bawang merah dan bawang putih. Di luar komoditas beras yang selalu menjadi penyumbang inflasi.

Selain itu, transportasi juga berkontribusi 3,9 persen, kesehatan 2,25 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,67 persen.

“Secara umum inflasi di Kota Balikpapan masih bisa kami jaga,” tuntas Robi.

https://ikn.kompas.com/read/2024/05/03/170520287/ikn-pemicu-kredit-konstruksi-jadi-tiga-terbesar-di-kaltim

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com