Kepala Pelaksana BPBD Agustianur mengatakan, seluruh warga yang dievakuasi telah kembali ke rumah masing-masing.
"Pj Bupati PPU juga telah meninjau korban terdampak banjir, dan memberikan bantuan," ujar Agustianur kepada Kompas.com, Sabtu (30/11/2024).
Sejumlah petugas yang dikerahkan, baik dari BPBD Kaltim, BPBD Kabupaten PPU, Dinas Sosial, PMI, TNI/Polri, dan Otorita IKN bahu membahu membantu warga membersihkan kawasan dan rumah yang terkena lumpur.
Untuk diketahui, banjir di Kecamatan Sepaku sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), disebabkan hujan dengan intensitas yang cukup tinggi pada Rabu (27/11/2024) pukul 23.30 WITA hingga Kamis (28/11/2024) pagi hari pukul 08.00 WITA.
Hujan ini kemudian mengakibatkan meluapnya air sungai/drainase dan berdampak pada naiknya tinggi muka air pada rumah warga yang berada di pada area rendah dan sekitar bantaran sungai.
Selain itu, tingginya pasang air laut hingga mencapai 2,3 meter pada pukul 17.00 WITA juga memperparah keadaan.
Sebanyak 282 rumah terendam banjir. Rinciannya 142 rumah berada di Desa Suka Raja dengan sebaran RT 01 sebanyak 8 Rumah yang terdiri dari 8 Kepala Keluarga (KK) atau 27 jiwa, RT 02 (5 Rumah dengan 5 KK/19 Jiwa), RT 03 (6 Rumah dengan 7 KK/23 Jiwa), RT 04 (2 Rumah dengan 3 KK/10 Jiwa), RT 06 (3 Rumah dengan 3 KK/8 Jiwa), dan RT 07 (31 Rumah dengan 31 KK/109 Jiwa).
Kemudian RT 20 (6 Rumah dengan 6 KK/17 Jiwa), RT 21 (2 Rumah dengan 2 KK/5 Jiwa), RT 22 (18 Rumah dengan 18 KK/63 Jiwa), RT 24 (12 Rumah dengan 12 KK/38 Jiwa), dan RT 25 (49 Rumah dengan 49 KK/160 Jiwa.
Selanjutnya di Kelurahan Sepaku yang tersebar di RT 01 (17 Rumah dengan 17 KK/94 Jiwa), RT 02 (11 Rumah dengan 11 KK/59 Jiwa), dan RT 03 (12 Rumah dengan 12 KK/50 Jiwa).
https://ikn.kompas.com/read/2024/11/30/130142887/banjir-di-penyangga-ikn-surut-warga-kembali-ke-rumah-masing-masing