Ale yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), merupakan orang pertama dari Indonesia yang menerima gelar tersebut dari SPbPU.
Kampus paling tua dan bergengsi di Rusia ini menilai Ale memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan SPbPU dan dukungan riset dalam bidang pembangunan berkelanjutan, kota pintar, teknik sipil dan ekonomi.
Ale yang menerima surat resmi pada Rabu (30/10/2024) ini menganggap penghargaan doktor kehormatan sebagai bentuk apresiasi terhadap bidang akademik.
"Saya sangat berterima kasih. Hal ini merupakan indikator yang positif untuk terus mengembangkan kerja sama internasional baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan terutama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek),” ujar Ale dalam keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (30/11/2024).
SPbPU diketahui telah melahirkan tokoh-tokoh besar dan peraih Nobel Prize dilahirkan di sini, sebut saja PL Kapitsa, NN Semyonov, ZI Alferov, AF Ioffe, dan masih banyak lagi.
Sejak 1984 hingga saat ini, SPbPU telah memberikan gelar Honorary Doctor kepada lebih dari 70 orang dari seluruh dunia.
Sejatinya, kerja sama antara FTUI dengan SPbPU sudah dimulai pada tahun 2019. Ketika itu, Ale diminta untuk menjadi Keynote Speaker pada International Scientific Conference on Innovations in Digital Economy: SPBPU IDE-2019 yang diselenggarakan SPbPU.
Dalam konferensi tersebut, Ale berbicara mengenai pengembangan konsep proyek mega infrastruktur, peningkatan kelayakan proyek, dan proses penambahan nilai.
Pada tahun yang sama, Ale juga diminta untuk menjadi Visiting Professor di Graduate School of Industrial Economics, SPbPU.
Kerja sama pun berlanjut dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FTUI dengan SPbPU berupa exchange professor.
Melalui kerja sama ini, setiap tahunnya Ale memberikan kuliah di SPbPU untuk mata kuliah terkait Rekayasa Sistem Nilai Tambah atau Value Added Engineering.
Hasil dari kerja sama ini, diterbitkan pula karya ilmiah dalam bentuk buku ilmiah, special issue, dan jurnal.
Menurut Ale, tugas akademisi adalah menciptakan ilmu pengetahuan dan mengembangkan teknologi.
"Sebagai sivitas akademika, kita harus punya komitmen dan konsistensi untuk hal tersebut dan kita dapat melakukannya bersama dengan seluruh akademisi di dunia. Saya berharap kerja sama yang telah dilakukan selama ini dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia dan Rusia,” tutur Ale.
Dekan FTUI Heri Hermansyah memberikan komentar terkait penganugerahan ini. Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Ale di bidang teknik dan inovasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FTUI untuk terus berprestasi di tingkat internasional.
"Semoga prestasi ini semakin memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membawa nama Indonesia lebih diakui di dunia akademis dan riset," ucap Heri.
Ale meraih gelar Master of Engineering Science di University of Malaya pada 2002. Dia kemudian berhasil mendapatkan gelar Ph.D in value engineering dari Oxford Brookes University UK, tahun 2006. Dan, pada tahun 2022, Ale dikukuhkan sebagai Guru Besar UI.
Berbagai penghargaan nasional dan internasional diberikan kepada Ale, di antaranya Dosen Peneliti Muda Terbaik dan Dosen Peneliti Terbaik Universitas Indonesia (2009), Finalis UK Alumni Award (2008) dan Toray Science and Technology Award (2014).
Kemudian Top Scientists Indonesia pada database internasional, Webometrics (2015-2017), 500 Peneliti Terbaik Indonesia versi Kementerian Riset dan Teknologi RI (2020), dan World’s Top 2% Scientist oleh Stanford University (berturut-turut dari 2021 hingga 2023).
Sebelum menjabat sebagai Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Ale menempati posisi sebagai Ketua Bidang Koordinasi Transformasi Teknologi dan Inovasi di Tim Transisi OIKN.
Ia juga terlibat dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dan Alternate Chair of Science 20.
Ale juga memegang posisi Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) UI dan Direktur ASEAN University Network-Sustainable City and Urban Development (AUN-SCUD).
https://ikn.kompas.com/read/2024/11/30/150000887/ali-berawi-orang-pertama-indonesia-yang-dianugerahi-gelar-doktor-kehormatan-dari