Sejak adanya pembangunan IKN, sektor konstruksi tumbuh terakselerasi dan menjadi salah satu penopang perekonomian Kaltim.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan kaltim Budi Widihartanto menuturkan, sebelum konstruksi IKN, rata-rata share sektor konstruksi terhadap PDRB Kaltim sepanjang periode 2017-2021 sebesar 8,77 persen.
Sementara pada tahun 2022 dan 2023 rata-rata share konstruksi menjadi 9,04 persen.
Di samping itu, sejak dimulainya pembangunan IKN, ekonomi Kaltim juga tumbuh semakin kuat.
Hal ini tecermin dari pertumbuhannya yang lebih tinggi di atas rata-rata nasional dan regional Kalimantan.
"Dampak positif yang muncul sejak pembangunan IKN sebenarnya tidak bersumber hanya dari tahap konstruksi saja, melainkan terdapat dampak rambatan lainnya berupa peningkatan investasi swasta yang juga meningkat," ungkap Budi kepada Kompas.com, Rabu (11/12/2024).
Budi melanjutkan, momentum pembangunan IKN ini juga berdampak positif dan membuka peluang bagi tumbuhnya sektor perdagangan, akomodasi, makan, dan minum (akmamin), serta transportasi dan pergudangan (transgud) Kaltim.
"Inilah peluang-peluang yang perlu terus didorong," imbuh Budi.
Sejumlah sektor tersebut mengalami akselerasi yang dipicu peningkatan jumlah kunjungan ke Kaltim seiring berbagai pelaksanaan festive event atau sekadar berwisata ke IKN.
Dengan kata lain, keberadaan IKN di Kaltim menjadi peluang promosi untuk kegiatan investasi dan pariwisata di wilayah Kaltim.
"Ke depan status Kaltim sebagai superhub pendukung IKN juga akan memberikan peluang akselerasi pertumbuhan ekonomi khususnya sektor perdagangan dan transportasi.
https://ikn.kompas.com/read/2024/12/11/130000487/konstruksi-akmamin-dan-transgud-peluang-yang-bisa-ditingkatkan-kaltim-dari-ikn