HMPV diketahui telah merebak di China, dan menyebar dengan cepat ke negara lainnya.
Bahkan, di Singapura dan Malaysia sebagai negara terdekat dengan Balikpapan, terjadi lonjakan kasus HMPV.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati menuturkan, TGC yang telah bekerja dengan baik saat pandemi Covid-19 tiga tahun lalu, tetap harus berjalan dan diaktifkan kembali.
"Ini tidak boleh putus. TGC tetap harus berjalan. Di setiap klinik, fasilitas kesehatan harus membentuk TGC. Karena itu untuk kewaspadaan, itu harus diaktifkan kembali. Yang sempat vakum ayo diaktifkan kembali ya," ujar Alwiati, di Balikpapan, Rabu (8/1/2025).
Selain itu, kendati belum ada suspek HMPV di Balikpapan, namun Dinas Kesehatan Kota Balikpapan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
Terutama Balai Kesehatan Kekarantinaan (BKK) Kelas I Balikpapan yang akan memperketat pengawasan baik di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, perbatasan, terminal-terminal, maupun di pelabuhan-pelabuhan sebagai pintu masuk.
Hal ini karena Balikpapan merupakan kota terbuka yang dikunjungi ribuan orang, dan telah mengalami lonjakan populasi melalui pintu-pintu masuk darat, laut, dan udara tersebut.
Alwiati mengungkapkan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan ini dilaksanakan seiring dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Kesehatan tahun 2025.
Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, karena Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah mengambil langkah-langkah strategis antisipatif.
Adapun HMPV, menurut Alwiati, bukanlah virus baru, sudah dikenal dalam dunia medis, umumnya tidak berbahaya, dan tidak mematikan.
HMPV berbeda dengan Covid-19 yang merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu.
Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.
Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas.
Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.
Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi.
Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.
Karena itu, Alwiati mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
"Kalau ada yang sakit, segera lakukan pemeriksaan kesehatan. Kemudian nanti fasilitas kesehatan juga kami harapkan segera melaporkan jika melihat ada pasien dalam gejala-gejala tersebut," tuntas Alwiati.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/08/151149887/cegah-sebaran-hmpv-dkk-balikpapan-aktifkan-kembali-tim-gerak-cepat