Terdapat total 9 perusahaan teknologi yang berasal dari Indonesia dan berbagai negara asing yang menjalani PoC dalam tiga bidang yakni transformasi hijau, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan ekosistem digital.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi mengungkapkan, kecuali PoC TOT dari CRRC Qingdao Sifang yang masih memerlukan penyempurnaan pada sistem otonomnya, produk-produk lainnya berjalan mulus.
"Produk-produk yang telah menjalani proses PoC di IKN menunjukkan kinerja baik fungsi maupun operasi sesuai dengan kebutuhan, persyaratan, ketentuan, dan standar yang telah ditetapkan," tutur Ale menjelaskan secara eksklusif kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2025).
Ale menjelaskan, di bidang transformasi hijau, ada Schneider Electric yang berasal dari Perancis yang menjalani PoC Building Management Systems.
Ini mencakup pengelolaan listrik gedung, sensor dalam dan luar ruangan, sensor keamanan, pengelolaan pencahayaan, pengelolaan air, serta pemanfaatan energi surya untuk mendukung operasional gedung.
Kemudian Signify Lighting Corporation dari Belanda yang menggelar PoC Solar Smart Lighting & Smart Pole.
Uji coba produk mereka mencakup pada implementasi teknologi penerangan cerdas dan tiang pintar yang dilengkapi fitur konektivitas, efisiensi energi, dan pengelolaan data untuk mendukung konsep kota pintar IKN.
Sementara Plasticpay yang merupakan perusahaan dalam negeri menjalani proses PoC untuk Reverse Vending Machine sebagai bentuk implementasi ekonomi sirkuler dengan memberikan insentif masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik secara inovatif.
Di bidang kecerdasan buatan terdapat tiga perusahaan beken skala besar dunia. Mereka adalah Yellow AI asal India, NTT Docomo yang berbasis di Jepang, dan Starlink Services LLC dari Amerika Serikat.
Yello AI menjalani PoC untuk chatbot IKNOW. Sementara NTT Docomo untuk OpenRAN dan OpenWIFI melalui penyediaan layanan konektivitas internet 5G termutakhir pada kawasan publik rest area dan rumah teknologi yang bisa digunakan masyarakat secara gratis.
Sedangkan Starlink Services LCC menjalani PoC untuk Low Earth Orbit Satellite, yakni penggunaan internet dari satelit orbit rendah di IKN.
Selanjutnya di bidang ekosistem digital terdapat tiga perusahaan yang tuntas menjalani uji coba.
Masing-masing dari mereka adalah Sergek Group asal Kazakhstan yang tuntas menjalani uji coba Sistem Manajemen Lalu Lintas Tingkat Lanjut (ATMS) di Balikpapan.
Sistem ini menunjukkan integrasi kamera eksisting dan baru dengan dukungan vehicle identification berbasis kecerdasan buatan.
Penyajian dashboard untuk ragam parameter mobilitas bagi manajemen lalu lintas perkotaan juga diujicoba.
Kemudian Hyundai (Korea Selatan) dengan uji coba Advanced Air Mobility (AAM), berupa teknologi mobilitas udara berbasis on-demand yang dikemudikan secara otonom.
Uji coba dilaksanakan di Bandara Samarinda APT Pranoto, Samarinda, pada 31 Juli 2024 untuk mendemonstrasikan kemampuan prototipe pesawat terbang secara otonom.
Terakhir CRRC Qingdao Sifang asal China yang tuntas melakukan uji coba untuk Trem Otonom Terpadu (TOT).
Selain mereka, terdapat tujuh rakasasa teknologi lainnya asal Amerika Serikat yang terlibat dalam proses PoC Integrated Command and Control Center (ICCC) Tahap II, dan saat ini masih terus berlangsung.
Mereka adalah Amazon Web Services, Autodesk Incorporation, Cisco Systems Incorporation, Environmental Systems Research Institute Incorporation (ESRI), International Business Machines (IBM), Honeywell International Incorporation, dan Motorola Mobility LLC.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/09/104234587/sederet-raksasa-teknologi-dunia-tuntas-unjuk-kebolehan-di-ikn