Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan dari Mabes TNI yang diimplementasikan di satuan-satuan wilayah.
Hal ini sebagaimana diamanatkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dalam amanat yang dibacakan oleh Pangdam VI Mulawarman Rudy Rachmat Nugraha.
Pangdam mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menegakkan disiplin, tata tertib, dan peraturan internal TNI.
Operasi Gaktib dan Yustisi harus mengedepankan aspek edukatif, preventif, dan persuasif agar para prajurit TNI menjadi tertib dan taat hukum karena dilandasi oleh kesadaran yang tinggi untuk patuh pada peraturan yang ada.
Panglima TNI juga meminta agar operasi ini juga mengedepankan aspek keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum, sehingga diharapkan seluruh lapisan pangkat di lingkungan TNI memiliki tingkat kesadaran hukum yang sama.
Polisi Militer TNI harus menjadi teladan di lingkungan TNI dengan bertindak profesional dan melakukan langkah hukum secara adil, transparan, dan akuntabel.
"Polisi Militer TNI harus menjadi teladan di lingkungan TNI dengan bertindak profesional dan melakukan langkah hukum secara adil, transparan dan akuntabel," tegasnya.
Panglima TNI juga memberikan beberapa penekanan yang harus dijadikan pedoman dalam pelaksanaan operasi ini, antara lain melaksanakan tugas operasi ini dengan memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI.
Kerahkan 369 Personel
Operasi Gaktib dan Yustisi di wilayah Kodam VI Mulawarman sendiri melibatkan 369 personel gabungan dari TNI AD, AL, dan AU.
Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menuturkan, Operasi Gaktib dan Yustisi ini akan dilaksanakan sepanjang tahun dengan strategi dan taktik yang tidak terjadwal.
Hal ini bertujuan agar tujuan operasi dapat tercapai secara optimal.
"Jadi sifatnya sepanjang tahun, tapi memang pelaksananya tentunya tidak dijadwalkan," jelas Rudy, usai memimpin upacara gelar Operasi Gaktib dan Yustisi, di Makodam VI Mulawarman, Balikpapan, Senin (10/2/2025).
Adapun strategi yang dilakukan oleh Kodam VI Mulawarman untuk meminimalisasi kasus indisipliner dan pelanggaran hukum, adalah dengan metode terbuka dan tertutup.
Metode terbuka contohnya adalah pemeriksaan SIM dan surat-surat kendaraan secara acak atau terjadwal.
Sedangkan metode tertutup dapat dilaksanakan sewaktu-waktu atau dengan operasi khusus ke satuan-satuan maupun tempat-tempat lain yang intinya adalah menjaga agar para prajurit bisa menjaga kehormatannya, disiplinnya, dan tidak keluar dari tugas pokoknya sebagai penjaga pertahanan.
https://ikn.kompas.com/read/2025/02/10/130739787/tegakkan-disiplin-dan-profesionalisme-kodam-mulawarman-gelar-operasi-gaktib-dan