Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

SPPG Polda Kaltim Resmi Dibangun, Telan Anggaran Rp 3,1 Miliar

Hal ini seiring groundbreaking yang dilaksanakan di Stal Kuda, Balikpapan, Selasa (18/2/2025), sekaligus menandai langkah penting dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

SPPG ini akan menjadi pusat produksi atau dapur umum makanan bergizi bagi anak-anak di Kaltim.

Dengan luas lahan sekitar 400 meter persegi, SPPG Polda Kaltim yang dibangun dengan metode modular ini ditargetkan beroperasi dalam 2-3 bulan mendatang.

Sebagai kontraktor dipilih CV Bartec Utama Mandiri, yang memiliki rekam jejak membangun fasilitas serupa di Semarang, Jawa Tengah, dan Bogor, Jawa Barat.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto menuturkan, SPPG ini adalah wujud komitmen dan kontribusi Polda Kaltim untuk melaksanakan program MBG.

"Ini adalah realisasi dari program Presiden Prabowo Subianto, yaitu MBG untuk anak-anak bangsa yang akan menjadi generasi penerus yang mengisi pembangunan di negara kita," ujar Nanang.

SPPG ini akan memproduksi makanan berkualitas dengan menu bervariasi. Data penerima manfaat yang sudah dikumpulkan mencapai 3.287 anak.

Terdiri dari 82 anak TK, 367 anak SD, 716 anak SDN 01 Balikpapan, 880 anak SMPN 002 Balikpapan, dan 1.242 anak SMPN 012 Balikpapan.

Jangkauan SPPG ini direncanakan tidak lebih dari 15 menit dari sekolah untuk menjaga kualitas makanan.

"Saya yakin insya Allah ini akan bisa berhasil dengan baik karena kita sudah melakukan kegiatan ini all out supaya program ini bisa terlaksana," imbuh Nanang.

Adapun alokasi dana untuk pembangunan SPPG ini adalah sekitar Rp 3,1 miliar di luar biaya operasional yang berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Pembangunan SPPG ini juga mendapatkan asistensi dari BGN sejak awal perencanaan.

"Yang penting itu ada perencanaan dengan baik supaya SPPG ini bisa memberikan pelayanan  secara maksimal," jelas Nanang.

SPPG di Balikpapan ini menjadi salah satu proyek percontohan untuk wilayah Provinsi Kaltim. Selain di Balikpapan, ada tiga tempat lainnya yang juga akan dibangun SPPG yakni Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Barat.

Dengan hadirnya SPPG ini, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak di Kaltim.

Penerima Manfaat

Secara Nasional, program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 600.000 siswa yang tersebar di 26 provinsi.

Setiap pagi atau siang, pelajar mendapatkan kiriman makanan yang diproduksi oleh 190 SPPG.

Program ini merupakan salah satu janji politik Presiden Prabowo. Oleh karena itu, dia pun berupaya untuk mengakselerasi program unggulan tersebut.

Dikutip dari Kompas.id, dalam waktu sekitar sebulan, jumlah penerima manfaat mencapai 770.000 siswa atau meningkat hingga 28 persen.

Prabowo bahkan menargetkan penerima manfaat program MBG mencapai 1 juta siswa pada akhir Februari ini.

Jumlah penerima manfaat pun ditargetkan terus meningkat menjadi 6 juta orang pada akhir Juli mendatang.

Untuk mengakselerasi janji tersebut, Prabowo juga terus menambah anggaran MBG.

Jika pada awal-awal pemerintahan anggaran untuk MBG sekitar Rp 71 triliun, jumlahnya terus bertambah menjadi Rp 171 triliun.

Penambahan anggaran itu berasal dari kebijakan efisiensi yang diterbitkan pada 22 Januari lalu melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

 

https://ikn.kompas.com/read/2025/02/18/124123387/sppg-polda-kaltim-resmi-dibangun-telan-anggaran-rp-31-miliar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com