Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Selain Turkiye, Pemerintah Juga Belajar dari Sri Lanka Desain Legislatif/Yudikatif IKN

"Enggak hanya benchmark kepada tiga negara, tapi juga melihat desain yang ada di Sri Lanka," ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (21/02/2025).

Ada pun tim desain gedung legislatif dan yudikatif IKN diketuai oleh Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti.

Sebelumnya, Dody mengatakan pemerintah belajar dari Mesir, Turkiye, dan India untuk desain tersebut.

Namun, karena ada efisiensi anggaran, maka pembelajaran batal dilakukan secara langsung ke negara-negara itu.

Studi banding ke tiga negara dilakukan mungkin karena Presiden Prabowo Subianto menilai gedung legislatif dan yudikatif di sana memiliki karakter yang cocok diterapkan di Indonesia.

"Dari situ kemudian tim akan merekonstruksikan gambarnya dan akan disampaikan ke Pak Prabowo lagi," tutur Dody pada kesempatan berbeda.

Sebagai informasi, Prabowo meminta desain gedung legislatif dan yudikatif IKN direvisi agar menjadi lebih kokoh dan modern.

Sementara pembangunan infrastruktur yang mendukung ekosistem eksektif, legislatif, dan yudikatif beserta sarana dan prasarana lainnya ditargetkan tuntas pada tahun 2028.

Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono mengungkapkan target tersebut merupakan arahan dari Prabowo.

"Arahan Presiden Prabowo penyelesaian pembangunan IKN dibagi menjadi tahun 2025 dan tahun 2028," ungkap Basuki saat kunjungan kerja ke Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (18/11/2024).

https://ikn.kompas.com/read/2025/02/21/170000687/selain-turkiye-pemerintah-juga-belajar-dari-sri-lanka-desain-legislatif

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com