Langkah ini menandai babak baru dalam konektivitas udara Kalimantan Timur (Kaltim) dan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi regional.
Seperti diketahui, Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai satu-satunya bandara internasional di Kalimantan yang melayani penerbangan umum.
Dengan reaktivasi rute ini, Balikpapan semakin menegaskan perannya sebagai gerbang utama bagi wisatawan dan pelaku bisnis yang ingin masuk dan keluar dari Kalimantan.
Reaktivasi rute ini bukan tanpa alasan. Royal Brunei Airlines melihat potensi pasar yang besar di Kalimantan, terutama dengan adanya pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Chief Executive Officers (CEO) Royal Brunei Airlines Sabirin Hj Abd Hamid menuturkan, dengan berpindahnya ibu kota ke IKN, ada banyak potensi untuk mendorong ekonomi, bisnis, dan investasi dari Brunei ke Balikpapan.
"Selain itu, potensi wisatawan dari Balikpapan terutama kelas menengah atas untuk datang ke Brunei dan destinasi lain di sekitarnya juga sangat besar," ujar Sabirin menjawab Kompas.com, Jumat (21/2/2025).
Oleh karena itu, Royal Brunei Airlines siap berkolaborasi dengan pemerintah dan pelaku bisnis di Balikpapan untuk mengembangkan pasar dan menarik wisatawan.
CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia Handy Heryudhitiawan menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Royal Brunei Airlines untuk menciptakan pasar dan memperluasnya dengan berbagai program unggulan.
"Sejatinya komunikasi ini sudah lama terjalin, bahkan pasca-Covid akhir 2023. Kami juga mendukung penerbangan ini. Kan berarti ada potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Regional Kalimantan," kata Handy.
Fokus pada Pasar Umroh dan Pariwisata
Salah satu potensi pasar yang ingin digarap adalah pasar umroh. Brunei Darussalam memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi, sehingga Balikpapan dapat menjadi hub bagi jemaah umroh dari Kalimantan.
Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi fokus utama. Pemerintah dan Royal Brunei Airlines akan bekerja sama untuk mempromosikan destinasi wisata di Balikpapan dan Kalimantan.
"Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling cepat, paling mudah, dan mungkin juga paling murah untuk bisa mendatangkan devisa. Kenapa pas COVID-19 banyak yang berlomba-lomba untuk membuka pariwisata? Salah satunya itu," tambah Handy.
Berikut lengkapnya:
Royal Brunei Airlines juga berencana untuk menambah frekuensi penerbangan dan membuka rute baru ke destinasi wisata domestik seperti Labuan Bajo, Lombok, dan Bali melalui kerja sama code share dengan Garuda Indonesia.
Reaktivasi rute ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Balikpapan dan Kalimantan Timur.
Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud yang sambutannya dibacakan oleh Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana.
Menurutnya, kehadiran kembali Royal Brunei Airlines akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan investor, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.
Waktu tempuh menjadi lebih singkat, dari sebelumnya 7 jam karena harus berputar dari Brunei ke Jakarta, menjadi hanya 1 jam 30 menit.
Selain itu, ini juga menjadi momentum untuk membangun hubungan bilateral antar Indonesia dan Brunei Darussalam.
"Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus berupaya meningkatkan konektivitas dan menjadi penghubung antar bangsa," ujar Rudy.
Dengan dukungan dari pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat, reaktivasi rute penerbangan Balikpapan-Brunei diharapkan dapat menjadi langkah awal yang sukses dan berkelanjutan.
https://ikn.kompas.com/read/2025/02/22/080920987/balikpapan-kembali-terhubung-dengan-brunei-ekonomi-berpotensi-tumbuh