Seruan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap bumi.
Sebagai bagian dari upaya ini, Muhammadiyah Kaltim telah menyiapkan 75 titik lokasi Shalat Id yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Dalam pelaksanaan Shalat Id pada Senin, 31 Maret mendatang, jamaah diimbau untuk tidak meninggalkan sampah di lokasi shalat.
Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim Abdullah Thalib mengajak seluruh umat untuk menyimpan sampah di rumah saat Lebaran hingga H+1
"Baru kemudian membuangnya ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di H+2 agar tidak tercium bau dan tidak terlihat sampah menumpuk di TPS ketika Lebaran," kata Thalib, di Samarinda, Sabtu (29/3/2024).
Selain itu, umat juga diimbau untuk membuang sampah ke TPS sehari sebelum Lebaran, dengan batas waktu pembuangan terakhir pukul 21.00 WITA.
Hal ini dilakukan agar petugas kebersihan dapat menyelesaikan tugas pembuangan sampah sebelum Subuh, sehingga saat Idul Fitri tiba, tidak ada tumpukan sampah di TPS.
Muhammadiyah Kaltim juga mengajak seluruh umat untuk membawa kantong daur ulang atau tas sendiri saat berbelanja.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban bumi dari sampah plastik dan mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung program pemerintah dalam pembangunan hijau.
Berikut adalah sebaran 75 lokasi Shalat Id yang disiapkan Muhammadiyah Kaltim:
Kota Samarinda (13 titik):
Kabupaten Kutai Kartanegara (17 titik):
Kabupaten Kutai Barat (3 titik):
Kabupaten Paser (6 titik):
Kabupaten Penajam Paser Utara (10 titik)
Kota Balikpapan (10 titik)
Kota Bontang (5 titik)
Kabupaten Kutai Timur (8 titik)
Kabupaten Berau (3 titik)
Dengan adanya seruan Lebaran Hijau ini, diharapkan umat Muslim di Kaltim dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga kebersihan bumi.
https://ikn.kompas.com/read/2025/03/29/232757087/lebaran-hijau-umat-diajak-jaga-kebersihan-lingkungan-saat-lebaran