Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sisa Anggaran Kota Balikpapan Rp 615 Miliar Bakal Diprioritaskan untuk 4 Infrastruktur

Sisa anggaran ini rencananya akan dialokasikan untuk sejumlah program prioritas, khususnya di bidang infrastruktur, guna menjawab tantangan utama yang masih dihadapi kota.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, pengelolaan anggaran kini telah transparan dan dapat diakses secara daring oleh masyarakat, sehingga penggunaannya dapat dipantau secara terbuka.

“Sisa anggaran Rp 615 miliar ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin. Kita masih punya pekerjaan rumah (PR) besar, terutama untuk penanggulangan banjir, pelayanan air bersih, pembangunan sekolah, dan pengelolaan sampah,” ujar Bagus kepada Kompas.com, Senin (14/2/2025).

Bagus menambahkan, sisa anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, dengan fokus pada empat sektor utama:

1. Penanggulangan Banjir

Banjir masih menjadi isu krusial di beberapa wilayah Balikpapan. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir, seperti pembangunan drainase, embung, dan normalisasi sungai.

“Penanganan banjir butuh waktu, tapi kami optimistis bisa diselesaikan bertahap," kata Bagus.

2. Pelayanan Air Bersih

Peningkatan akses dan kualitas layanan air minum menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Program ini mencakup pengembangan jaringan distribusi dan optimalisasi sistem penyediaan air bersih.

3. Pembangunan Sekolah

Dana akan dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Balikpapan, termasuk pembangunan ruang kelas baru dan sarana penunjang.

4. Pengelolaan Sampah

Penguatan sistem pengelolaan sampah, termasuk pengembangan tempat pembuangan akhir (TPA) dan program daur ulang, menjadi bagian dari upaya menjadikan Balikpapan sebagai kota yang bersih dan berkelanjutan.

Pergeseran Anggaran dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa)

Bagus menjelaskan, pergeseran anggaran diperbolehkan selama disetujui oleh dinas terkait dan DPRD.

Dengan demikian, sisa anggaran ini tidak serta-merta menjadi Silpa yang mengurangi alokasi anggaran berikutnya.

“Kalau sudah masuk rekening pemerintah kota, tinggal hitungan plus minusnya. Biasanya Silpa terjadi karena keterlambatan transfer dana di dua atau tiga bulan terakhir, sehingga waktu pelaksanaan program menjadi terbatas,” ungkap Bagus.

Faktor lain yang menyebabkan sisa anggaran adalah selisih dari proses tender yang tidak dapat langsung dialihkan ke kegiatan lain.

Oleh karena itu, dana tersebut biasanya digeser untuk dimanfaatkan pada tahun anggaran berikutnya, dalam hal ini 2025.

Pergeseran ini juga dipengaruhi oleh dinamika cash flow pemerintah kota, yang memerlukan prioritas dalam pengelolaannya. 

Sisa anggaran ini juga akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, yang menekankan sinergi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Bagus, program-program yang belum dilakukan “stresstest” atau uji ketahanan akan dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan kota.

"Kami akan pastikan anggaran ini digunakan secara efektif, terutama untuk menjawab tantangan utama seperti banjir, air bersih, pendidikan, dan sampah,” tambahnya.

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/14/140126487/sisa-anggaran-kota-balikpapan-rp-615-miliar-bakal-diprioritaskan-untuk-4

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com