Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Balikpapan Bakal Sulap TPAS Manggar Jadi Sumber Energi Berbasis Sampah

Langkah inovatif ini bertujuan untuk mengurangi secara signifikan bahkan menghilangkan timbunan sampah yang selama ini menjadi tantangan di TPAS Manggar.

Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengungkapkan, inisiatif ini merupakan upaya konkret pihaknya dalam mengatasi permasalahan sampah kota.

"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengurangi bahkan menghilangkan sampah yang ada di TPAS Manggar," jelas Sudirman pada Selasa (15/4).

Teknologi yang akan diterapkan adalah insinerasi, sebuah metode pengolahan sampah melalui pembakaran bahan organik.

Sudirman menjelaskan secara sederhana alur kerjanya, sampah yang masuk di TPAS Manggar untuk kemudian ditambang dan dibakar sehingga menghasilkan listri.

Lebih lanjut, Sudirman memaparkan potensi energi listrik yang dapat dihasilkan dari proses insinerasi adalah adalah 13.000 hingga 15.000 kWh untuk permukiman.

Sebelum implementasi teknologi ini, DLH Balikpapan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk melakukan kajian komprehensif dari hulu hingga hilir.

Kajian ini merupakan tindak lanjut dari pemetaan sampah di Balikpapan yang telah dilakukan oleh DLH dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) pada tahun 2022.

Hasil pemetaan tersebut menunjukkan bahwa TPAS Manggar diproyeksikan akan mencapai kapasitas maksimalnya pada tahun 2028.

Dengan metode insinerasi ini, Sudirman berharap zonasi-zonasi sampah di TPAS Manggar dapat bertransformasi menjadi sebuah sistem sirkulasi yang berkelanjutan.

Sampah tidak hanya rata dengan tanah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui energi listrik yang dihasilkan.

Rencananya, insinerator akan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare dari total 40 hektar luas TPAS Manggar.

Selain fokus pada pengolahan sampah menjadi listrik, DLH Balikpapan juga memiliki perencanaan strategis lainnya untuk mengurangi volume sampah secara keseluruhan.

"Kami sudah membuat perencanaan, seperti pembangunan Tempat Pengolahan Sampah terpadu (TPST) di beberapa Kecamatan," kata Sudirman.

Bahkan, pada tahun sebelumnya telah dibangun satu unit TPST yang direncanakan akan segera beroperasi pada bulan depan.

Sementara pada 2025 ini, akan dibangun tiga titik TPST lagi. Kemudian tahun 2026 dibangun dua titik.

Sebelum adanya rencana insinerasi dan pembangunan TPST, DLH Balikpapan telah mengandalkan peran bank sampah, Intermediate Treatment Facility (ITF), dan Material Recovery Facility (MRF) untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke TPAS Manggar.

"Dalam satu hari yang ditangani ada 500 ton, tapi karena ada Bank Sampah, MRF dan ITF maka bisa kurang hingga 100-120 ton, jadi yang masuk di TPAS itu hanya 380-400 ton," jelasnya.

Sudirman optimistis, skema pengelolaan sampah yang sedang dirancang ini akan mampu menjawab target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisyol Rofik saat berkunjung ke Balikpapan beberapa waktu lalu.

"Dia menyampaikan, untuk target RPJMN itu sekitar 50 persen, dan ini sudah mencapai 28 persen, sedangkan untuk RPJMN yang terdahulu adalah 30 persen, maka ini Insya Allah tercapai," pungkas Sudirman.

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/15/230000687/balikpapan-bakal-sulap-tpas-manggar-jadi-sumber-energi-berbasis-sampah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com