Plt Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menyampaikan progres pembangunan telah mencapai 80 persen yang mencakup tiga batch.
Pembangunan Istana Kepresidenan yang mencakup Istana Garuda dan Istana Negara dan fasilitas pendukungnya sudah tuntas.
Demikian halnya dengan Kantor Kementerian Koordinator. Dari empat perkantoran Kementerian Koordinator, tiga di antaranya sudah tuntas dan sebagian telah dioperasikan. Satu lainnya sedang dalam tahap penyelesaian.
Sementara saat ini tengah memasuki tahap kedua periode 2025-2029 dengan fokus pada pembangunan ekosistem lembaga Legislatif, Yudikatif, dan Komisi Yudisial.
"Oleh karena itu kami tetap optimistis. Tidak sedikitpun kendor semangat kami untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan IKN," ujar Danis kepada Kompas.com, Rabu (16/4/2025).
Optimisme semakin menguat dengan kepastian anggaran untuk penyelesaian proyek-proyek krusial telah difinalisasi.
Sebelumnya, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa seluruh pekerjaan lanjutan yang belum rampung akan segera dituntaskan.
Hal ini mencakup infrastruktur utama seperti bandara, jalan tol, Istana Wakil Presiden, masjid, serta jalan-jalan yang telah terkontrak melalui skema tahun jamak dengan alokasi anggaran yang sudah tersedia di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kepastian anggaran juga datang dari Otorita IKN sendiri. Basuki mengungkapkan bahwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk pekerjaan pengaspalan jalan dan berbagai proyek di sepanjang jalan-jalan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN telah difinalisasi.
"Rinciannya sekitar Rp 5,4 triliun dari Otorita IKN dan tambahan sekitar Rp 8,1 triliun untuk kawasan yudikatif dan legislatif yang akan segera dikerjakan,” ujar Basuki.
Dengan demikian, total anggaran sebesar Rp 13,5 triliun telah disiapkan untuk mempercepat dan menuntaskan pembangunan tahap awal di IKN.
Angka ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memprioritaskan pembangunan ibu kota baru sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Progres pembangunan yang mendekati angka 80 persen untuk tahap pertama ini menjadi indikator positif bahwa IKN terus bergerak maju.
Kepastian anggaran yang telah difinalisasi diharapkan akan semakin memperlancar proses pembangunan berbagai fasilitas dan infrastruktur penting di kawasan inti pemerintahan.
Investor Asing Bangun Hunian
Kabar positif juga datang dari sektor investasi. Investor asal China dan Malaysia yang tergabung dalam konsorsium CHEC-IJM telah bertemu dengan Kepala Otorita IKN untuk mematangkan rencana investasi mereka.
CHEC-IJM Consortium menjadi salah satu konsorsium asing yang terlibat dalam proyek ini dengan fokus utama adalah pembangunan hunian, baik rumah tapak maupun apartemen, serta infrastruktur pendukung seperti jalan dan Multi Utility Tunnel (MUT) di zona 1B dan 1C IKN.
Proyek unsolicited ini diajukan oleh CHEC-IJM Consortium, dan telah memperoleh Letter to Proceed (LtP) untuk pembangunan jalan dan MUT, serta bagian dari proyek perumahan.
Berikut rinciannya:
1. Perumahan
Konsorsium CHEC bersama IJM Corporation Berhad dari Malaysia berkomitmen membangun 20 menara apartemen dengan nilai investasi Rp 13,4 triliun.
Proyek ini melengkapi inisiatif perumahan lain di IKN, seperti 109 rumah tapak dan 41 menara apartemen oleh PT Intiland Development Tbk (Rp 33 triliun), serta proyek apartemen oleh PT Nindya Karya (Rp 2,6 triliun) dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (Rp 2,5 triliun).
Perumahan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi aparatur sipil negara, pekerja, dan masyarakat di IKN, mendukung visi kota yang inklusif.
2. Jalan dan Multi-Utility Tunnel (MUT)
Pembangunan jalan dan MUT di zona 1B dan 1C bertujuan mendukung konektivitas dan efisiensi distribusi utilitas seperti air, listrik, dan telekomunikasi.
CHEC-IJM Consortium adalah satu dari tiga penerima LtP untuk infrastruktur ini, bersama dua BUMN lainnya. Proyek ini sebagian dibiayai oleh APBN untuk menarik investor swasta.
MUT dirancang sebagai infrastruktur modern yang mengintegrasikan utilitas bawah tanah, mengurangi gangguan permukaan dan mendukung konsep smart city IKN.
Skema unsolicited memungkinkan CHEC-IJM Consortium mengusulkan proyek tanpa tender publik, dengan kompensasi berupa hak pengelolaan atau bagi hasil.
Pendekatan ini mempercepat proses, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi konsorsium untuk mengembangkan studi kelayakan.
https://ikn.kompas.com/read/2025/04/17/100000287/ikn-terkini--tahap-i-tembus-80-persen-anggaran-baru-siap-digelontorkan