Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menanti Perisai Udara Ibu Kota Nusantara

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Dhomber Kolonel Penerbang Fata Patria menegaskan, salah satu aspek penting dalam mendukung keamanan wilayah IKN adalah pembangunan sistem radar canggih.

"Pembangunan sistem radar di IKN menjadi salah satu prioritas untuk menjamin keamanan wilayah udara ibu kota baru Indonesia," ujar Fata menjawab Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).

Fata menjelaskan, radar ini akan diintegrasikan dengan sistem pertahanan udara yang mencakup beberapa wilayah strategis di Kalimantan, seperti Banjarmasin, Tarakan, dan Balikpapan.

Saat ini, pembangunan radar baru tengah diproses di Banjarmasin dan Tarakan, dengan fokus pada penggantian infrastruktur lama dan peningkatan teknologi.

"Proses ini masih menunggu kesiapan infrastruktur pendukung," cetus Fata.

Balikpapan sendiri telah memiliki sistem radar yang mendukung operasional sementara untuk IKN.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, wilayah udara IKN akan dilindungi oleh radar Ground Control Interception (GCI) GM-403, yang merupakan hasil kerja sama antara PT Len Industri (Persero) dan Thales Group dari Perancis.

Dengan radar ini, threat (ancaman) yang datang dari udara bisa diidentifikasi sejak dini.

Dalam operasinya, radar GCI akan berinteroperabilitas dengan 12 radar buatan Retia, Republik Ceko, yang dibeli Kementerian Pertahanan RI.

Kementerian Pertahanan RI sebagaimana diketahui telah memesan 13 unit radar GCI GM-403 dari Thales, Perancis.

Kontrak ditandatangani pada 20 April 2022 dan pengiriman dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak dengan periode garansi 36 bulan.

 

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/19/170936087/menanti-perisai-udara-ibu-kota-nusantara

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com