Selesainya fase awal ini menandai transisi penting dari tahap pembangunan ke tahap operasional dan pemeliharaan.
Untuk menjaga kualitas dan fungsi seluruh infrastruktur yang telah terbangun, Otorita IKN mengestimasi kebutuhan anggaran pengelolaan mencapai Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.
Menurut Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, gedung-gedung dan fasilitas yang berdiri di IKN saat ini telah memenuhi standar kualitas yang memadai.
"Bangunan yang saat ini terbangun sudah dirasa memiliki kualitas yang cukup baik, mengingat selama pembangunan juga terdapat tim supervisi/manajemen konstruksi yang membantu memastikan kualitas infrastruktur terbangun pada setiap prosesnya," jelas Danis kepada Kompas.com, Kamis (3/7/2025).
Lebih lanjut, Danis menegaskan komitmen IKN terhadap pembangunan berkelanjutan dengan penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) pada seluruh gedung.
Konsep BGH berfokus pada efisiensi energi, air, dan penggunaan material ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan panel surya dan sistem daur ulang air.
Sementara itu, BGC mengintegrasikan teknologi cerdas seperti otomatisasi energi dan sistem pengelolaan bangunan berbasis Internet of Things (IoT).
Contoh nyata adalah Kantor Otorita IKN yang dilengkapi sistem pengendalian energi pintar.
Penerapan kedua konsep ini telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
Proses serah terima gedung juga dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Setelah pembangunan selesai, setiap gedung melalui Provisional Hand Over (PHO), yakni serah terima sementara dari kontraktor ke pemilik proyek.
Tahap ini memastikan semua spesifikasi dan kualitas telah terpenuhi sebelum akhirnya aset diserahkan secara resmi kepada Otorita IKN melalui Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO).
Ratusan Miliar Pemeliharaan Aset Esensial
Dengan selesainya pembangunan fisik, tantangan besar selanjutnya adalah pengelolaan dan pemeliharaan aset-aset agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Otorita IKN telah mengelompokkan pengelolaan aset ini berdasarkan jenis infrastruktur, dengan masing-masing Project Officer dari Otorita IKN yang bertanggung jawab.
Proses evaluasi dan monitoring ini juga didukung oleh pihak ketiga penyedia jasa untuk memastikan efisiensi dan keahlian dalam pengelolaan.
Jenis-jenis infrastruktur vital yang kini masuk dalam fase pengelolaan meliputi:
Danis mengestimasi bahwa untuk mengoperasikan dan memelihara seluruh aset yang telah terbangun pada tahun ini, Otorita IKN akan membutuhkan anggaran pengelolaan sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.
Angka jumbo ini menunjukkan skala investasi yang diperlukan untuk memastikan IKN tetap menjadi kota yang efisien, nyaman, dan beroperasi sesuai dengan visi jangka panjangnya.
Tuntasnya Tahap I pembangunan IKN merupakan tonggak penting yang menandai kesiapan IKN untuk mulai dihuni dan dioperasikan.
Dengan adanya alokasi anggaran yang signifikan untuk pengelolaan, diharapkan IKN akan dapat terus berkembang sesuai dengan visi awalnya sebagai kota cerdas, hijau, dan berkelanjutan.
https://ikn.kompas.com/read/2025/07/04/150000487/ikn-terkini--gedung-hijau-cerdas-sudah-berdiri-tapi-butuh-biaya-pemeliharaan