Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Penajam Eco City Diminati Banyak Investor, Negosiasi Terus Berlangsung

Proyek ini tidak hanya menarik minat investor lokal dan asing, tetapi juga dirancang sebagai ekosistem terpadu yang akan mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) secara komprehensif.

Menurut Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, ada perubahan minor pada masterplan di Penajam Paser Utara untuk memastikan pengembangan ekosistem yang lebih terarah.

Poin utama yang menjadi fokus adalah kemanfaatan bagi reforma agraria dan kerja sama yang menguntungkan.

Jarot mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa investor yang tertarik menanamkan modal di Penajam Eco City.

Proses negosiasi masih berlangsung, terutama terkait dengan tarif lahan yang harus sesuai dengan peraturan Bank Tanah.

"Kami masih melakukan negosiasi sambil mencari investor lain mana yang lebih tepat dan itu bisa meningkatkan value added di Penajam Paser Utara-nya," jelas Jarot, kepada Kompas.com, Senin (4/8/2025).

Selain investor dari Jepang, J-Trust, yang sudah lebih dulu menyatakan minatnya, ada juga investor lokal yang tertarik pada proyek Golf & Resort.

Jarot menyebut bahwa proyek ini sudah diekspos pada awal tahun dan sudah ada beberapa investor lokal yang berminat, termasuk salah satunya adalah PT Intiland Development Tbk.

Pemberdayaan Ekonomi

Inti dari pengembangan Penajam Eco City ini adalah untuk memaksimalkan pemberdayaan dan pembangunan ekonomi di Penajam Paser Utara.

Proyek ini tidak hanya akan mendukung ekosistem bandara, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar dan secara keseluruhan mendukung pertumbuhan IKN.

Dengan adanya berbagai investor yang masuk dan rencana pembangunan yang terarah, Penajam Eco City diproyeksikan menjadi salah satu area pendukung utama yang vital bagi ibu kota baru Indonesia.

Badan Bank Tanah juga berkomitmen untuk membangun Penajam Paser Utara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) demi kesejahteraan masyarakat.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menyambut positif kolaborasi ini dan berharap daerahnya bisa berkembang lebih pesat. "Sudah ada IKN, Bandara (VVIP IKN), dan BBT," ungkap Mudyat.

Ia berharap investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terus meningkat, sehingga dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pertumbuhan ekonomi di Serambi Nusantara.

Pemanfaatan Lahan Strategis 

Adapun lahan yang dikelola Bank Tanah di Penajam Paser Utara mencapai 4.612 hektar. Dari total lahan tersebut, sekitar 4.162 hektar di kawasan Penajam Eco City siap dikembangkan.

Lahan ini telah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis, di antaranya Reforma Agraria 1.873 hektar, Institusi Pemerintah 379 hektar, Badan Air 123 hektar, Bandara VVIP IKN 621 hektar, dan Jalan Tol IKN 135 hektar.

Sisa lahan akan digunakan untuk pengembangan oleh Bank Tanah. Minat investor terhadap kawasan ini semakin meningkat, terutama setelah pembangunan Bandara VVIP IKN menunjukkan progres signifikan.

Dengan berbagai rencana matang dan minat investor yang terus tumbuh, Penajam Eco City diharapkan menjadi pusat ekonomi baru yang tidak hanya menopang IKN, tetapi juga membawa kemajuan bagi seluruh masyarakat di sekitarnya.

https://ikn.kompas.com/read/2025/08/05/051359187/penajam-eco-city-diminati-banyak-investor-negosiasi-terus-berlangsung

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com