Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tak Sekadar Bayar, Gen Z Sulap QRIS Jadi Alat Jelajah Budaya Paling Viral

Lewat program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2025, Bank Indonesia mengubah pembayaran digital menjadi sebuah petualangan seru yang melibatkan generasi muda dan konten kreator.

Hasilnya? Budaya lokal yang kian populer, ekonomi yang bergerak, dan cara baru berwisata yang serba praktis.

Di Balikpapan, QJI 2025 membuktikan bagaimana pembayaran non-tunai bisa terintegrasi dengan kearifan lokal.

Sebanyak 30 kreator konten muda terpilih menjelajahi kota ini selama dua hari penuh, bukan hanya untuk membuat konten, tapi juga menyelesaikan misi-misi digital yang menantang.

Bayangkan, mereka tidak hanya berkeliling ke tempat-tempat ikonik, tapi juga benar-benar mengalaminya.

Mulai dari berbelanja di Pasar Inpres Kebun Sayur dan Pasar Pandansari dengan QRIS Tap, belajar membuat batik khas Kalimantan Timur di Batik Shaho, hingga menikmati pesona pesisir sambil mempelajari tarian Suku Dayak di atas Kapal Pinisi.

Semua ini dilakukan sepenuhnya secara cashless. Mereka naik angkutan kota, Balikpapan City Trans, membayar parkir, dan berbelanja di mal hingga UMKM, semuanya hanya dengan memindai QRIS.

Ini adalah contoh nyata bagaimana digitalisasi tidak hanya mempermudah hidup, tapi juga melestarikan budaya dan mendukung ekonomi lokal dari akar rumput.

QRIS: Mesin Pertumbuhan Ekonomi dan Budaya Lokal

Bank Indonesia tidak main-main. Di balik keseruan ini, ada target ambisius. Hingga Juli 2025, capaian QRIS di wilayah kerja Balikpapan telah melampaui target.

"Dengan volume transaksi yang melebihi 33 juta dan penambahan lebih dari 28.000 merchant baru, QRIS terbukti menjadi motor penggerak ekonomi," ojar Deputi Direktur BI Perwakilan Balikpapan, Robi Ariadi, Minggu (24/8/2025).

Lebih dari itu, Bank Indonesia juga telah meluncurkan QRIS Antarnegara (Cross Border) dengan Jepangpada 17 Agustus 2025.

Ini menjadikan Jepang sebagai negara keempat yang terintegrasi setelah Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Inovasi ini memungkinkan wisatawan Jepang bertransaksi di Indonesia dengan mudah, begitu juga sebaliknya. Ini bukan hanya tentang pariwisata, tapi juga tentang memperkuat konektivitas ekonomi digital di Asia Timur.

Meskipun Merchant Discount Rate (MDR) dikenakan kepada merchant, Bank Indonesia memastikan biaya ini tidak memberatkan konsumen.

MDR sepenuhnya diserahkan kepada industri perbankan dan penyedia layanan pembayaran, menegaskan bahwa tujuan utama QRIS adalah untuk memperluas inklusi ekonomi, bukan mencari keuntungan.

Dengan pendekatan "Jelajah Budaya Makin Praktis Pakai QRIS", Bank Indonesia berhasil membuktikan bahwa inovasi digital bisa menjadi medium untuk memperkuat identitas budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ini adalah masa depan di mana teknologi dan tradisi bisa berjalan beriringan, menciptakan dampak positif yang nyata.

https://ikn.kompas.com/read/2025/08/25/234017587/tak-sekadar-bayar-gen-z-sulap-qris-jadi-alat-jelajah-budaya-paling-viral

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com