Acara ini bukan sekadar ajang promosi, namun telah menjelma menjadi superhub pertemuan bisnis yang transformatif, menandai Kaltim sebagai pusat ekonomi baru Indonesia.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan komitmen investasi yang terjalin mencapai nilai 183,39 juta dolar AS atau ekuivalen Rp 2,98 triliun (dengan asumsi kurs sekitar Rp 16.200 per dolar AS).
"Tingginya atensi investor tercermin jelas dari padatnya jadwal One on One Meeting (O3M)," ujar Budi kepada Kompas.com, Sabtu (11/10/2025).
Tercatat 85 jadwal O3M yang mempertemukan investor dengan pemilik proyek dari 8 Investment Project Ready to Offer (IPRO) di Kaltim.
Budi memerinci, dari 85 pertemuan intensif tersebut, menghasilkan 12 Letter of Intent (LoI) yang menunjukkan komitmen serius dari calon investor.
Angka 85 O3M menunjukkan antusiasme yang luar biasa, menegaskan bahwa proyek-proyek Kaltim siap diakuisisi dan dikembangkan.
Proyek Berkelanjutan Mendominasi Peta Minat
Menariknya, minat investor paling tinggi tertuju pada proyek-proyek yang mengusung konsep ekonomi berkelanjutan dan hilirisasi.
Balikpapan Waste Management dengan 15 O3M, mencatatkan minat tertinggi, sekaligus menandakan tren investasi ramah lingkungan.
Disusul Proyek Oleochemical di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan 12 O3M yang merupakan proyek hilirisasi sawit yang bernilai tambah tinggi.
Kemudian Proyek Oleofood (KEK) dengan 11 O3M yang melengkapi hilirisasi komoditas unggulan Kaltim.
Tingginya minat pada Balikpapan Waste Management (15 O3M) menjadi sorotan utama. Ini menegaskan bahwa Kaltim tidak hanya menawarkan potensi sumber daya, tetapi juga solusi bagi isu global seperti keberlanjutan dan lingkungan.
Siapa Berinvestasi di Mana?
Dari total 12 LoI yang ditandatangani, beberapa proyek telah mendapatkan penjamin komitmen spesifik, melibatkan pemain global terkemuka.
Budi menjelaskan proyek Balikpapan Waste Management diminati investor Korea-Indonesia Industrial and Technological Cooperation Center (KITC), PT Nestle Indonesia, Trade Commisioner Embassy of Belgium, dan China Energy Conservation and Environmental Protection Group.
Sementara Loading-Unloading Facility Pelabuhan Penajam diminati Ambassador Royal Embassy of Cambodia, dan China State Construction Port Engineering Group. LTD.
Kemudian Kaltim Industrial Estate diincar oleh Ambassador Royal Embassy of Cambodia.
Dan terakhir, Crumb Rubber Factory mendapat antusiasme tinggi dari ATPD Sdn Bhd Brunei.
LoI dari nama-nama besar seperti PT Nestle Indonesia dan perusahaan global dari China dan Korea menunjukkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Kaltim.
Peta minat investasi dalam MIF 2025 ini menunjukkan diversifikasi yang menarik sekaligus kompetitif.
"Investor dari China, Jepang, dan Korea Selatan menjadi kelompok dengan minat terbesar, sejalan dengan posisi Kaltim yang strategis di jalur perdagangan Asia Pasifik," urai Budi.
Sementara investor dari kawasan Eropa, seperti Belanda dan Cekoslovakia, juga menunjukkan peminatan yang besar, khususnya pada proyek-proyek ekonomi berkelanjutan, mencerminkan komitmen pada Environmental, Social, and Governance (ESG) global.
Diplomasi Ekonomi di MIF 2025
Kredibilitas MIF 2025 diperkuat oleh kehadiran delegasi tingkat tinggi dari negara sahabat, sekaligus menunjukkan dukungan diplomatik terhadap inisiatif investasi ini.
Acara ini dihadiri oleh empat Duta Besar negara sahabat yakni Bahrain, Pakistan, Kamboja, dan Palestina.
Turut hadir Wakil Duta Besar dari Mesir dan Italia, serta Konjen Filipina, bersama staf kedutaan besar mitra lainnya.
Kehadiran diplomatik ini menggarisbawahi pentingnya Kaltim sebagai mitra investasi global.
Budi menjelaskan, ada tiga faktor utama yang meyakinkan para investor untuk membenamkan modalnya di Kaltim.
Pertama adalah dukungan regulasi dari Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi Ibu Kota politik pada 2028.
Ketetapan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.
"Telah ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembangunan IKN memberikan kepastian hukum," imbuh Budi.
Kedua, pembangunan IKN yang berlangsung progresif sehingga para delegasi dan calon investor yang berkesempatan melihat dan merasakan langsung merasa yakin.
"Ketiga adalah prospek masa depan IKN dan Kaltim sebagai superhub ekonomi di masa yang akan datang, didukung oleh potensi sumber daya yang sangat prospektif," tuntas Budi.
Kaltim kini tidak hanya dikenal karena batubara, tetapi sebagai gerbang Nusantara yang menawarkan Industri Hijau, Hilirisasi, dan Kota Cerdas, sejalan dengan visi IKN sebagai kota dunia untuk semua.
https://ikn.kompas.com/read/2025/10/11/110435887/mahakam-investment-forum-2025-sukses-jaring-investasi-rp-298-triliun