Kamis (01/01/2026) pagi itu, sebuah harmoni yang berbeda menyeruak di sela-sela gedung-gedung modern yang mulai menjulang.
Suara denting lembut dawai sape, alat musik petik tradisional Dayak, mengalun magis, menyapa ribuan pasang mata yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.
Tahun Baru 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) dirayakan dengan cara yang kontemplatif namun meriah.
Otorita IKN memutuskan untuk membasuh wajah infrastruktur futuristik ini dengan kearifan lokal melalui sebuah pagelaran seni dan kebudayaan Nusantara yang spektakuler.
Kota dengan Jiwa
Nafas budaya berembus di arena permainan rakyat dan karnival yang disiapkan. Di sana, batas antara kecanggihan masa depan dan memori masa lalu seolah melebur.
Anak-anak kecil terlihat antusias mencoba permainan gasing, sementara para orang tua tampak terlempar kembali ke masa kecil mereka.
Basiruddin, salah seorang pengunjung, berdiri terpaku saat melihat gasing-gasing kayu berputar di atas pelataran beton KIPP. Matanya berkaca-kaca menahan haru.
"Ini mengembalikan memori saya. Dulu, saat saya berdomisili di Kampung Dayak tahun 1987 sampai 1988, gasing adalah separuh napas saya. Melihat ini di ibu kota baru, rasanya seperti pulang ke rumah," ungkapnya.
Kehadiran masyarakat ini disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Sosok yang akrab disapa Pak Bas ini tampil hangat di tengah kerumunan, menyapa warga yang ingin menjadi saksi sejarah pembangunan bangsa.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto, Nusantara ditargetkan resmi menjadi ibu kota negara sepenuhnya pada tahun 2028.
"Semua sudah kami siapkan. Energi listrik sudah siap, air bersih pun sudah mengalir. Tidak ada kendala lagi," tegas Basuki.
Baginya, kehadiran masyarakat di awal tahun ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan dukungan moril bagi keberlanjutan proyek raksasa ini.
Basuki juga menyampaikan permohonan maaf jika fasilitas penyambutan masih memiliki kekurangan, sembari berjanji bahwa momentum hari besar ke depan akan dikemas dengan program yang jauh lebih baik dan menyentuh hati masyarakat.
Nusantara sedang dibangun sebagai kota yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan kebersamaan.
Pagelaran seni ini adalah bukti bahwa di antara sistem transportasi otonom dan energi terbarukan, identitas nasional tetap menjadi fondasi utama.
Pertunjukan musik tradisional Kalimantan yang bersahutan dengan tawa anak-anak di arena permainan rakyat menciptakan narasi bahwa kemajuan teknologi tidak harus mengorbankan akar tradisi.
Nusantara tumbuh menjadi ruang interaksi publik yang inklusif. Di sini, setiap orang, baik warga lokal Kalimantan maupun pendatang dari Jakarta, Sumatera, hingga Papua, merasakan getaran yang sama: getaran bangga akan sebuah identitas baru yang disebut Ibu Kota Nusantara.
https://ikn.kompas.com/read/2026/01/02/105417087/simfoni-di-jantung-ikn-ketika-nafas-budaya-hidupkan-nusantara