Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hujan Deras Geser Timbunan Tanah Disposal Diduga Bikin Tol IKN Ambles

NUSANTARA, KOMPAS.com - Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A2 Segmen Karangjoang-KKT Kariangau dilaporkan ambles.

Diduga, hal tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi di kawasan Tol IKN pada Rabu (07/01/2026) pukul 15.35 WITA sampai dengan Kamis (08/01/2026) pagi.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengatakan, akibatnya, pada Kamis (08/01/2026) pukul 11.55 WITA, dilaporkan terjadinya pergeseran tanah timbunan disposal.

"Tim lapangan telah melakukan penutupan lokasi. Inventaris kerusakan menyeluruh pada slab on pile dan mengurangi timbunan pada lokasi disposal," kata Diana saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (10/01/2026).

Selain itu, Kementerian PU bersama penyedia jasa, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Hutama Karya (Persero)-PT Nindya Karya (Persero)-PT Brantas Abipraya (Persero) melakukan evaluasi dan rencana perbaikan permanen.

"Target penyelesaian perbaikan Maret 2026," ucap Diana.

Kata warga

Diberitakan Kompas.com, Rahman, warga sekitar mengaku pertama kali mengetahui kondisi jalan patah saat hendak berangkat kerja pada Jumat pagi.

Saat itu, jalan tol sudah dalam kondisi terputus.

"Pas saya sampai tempat kerja, saya lihat jalannya sudah patah di sambungannya," kata Rahman kepada Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).

Ia menuturkan, sehari sebelumnya, Kamis (8/1/2026) pagi, jalan tersebut masih dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

"Kamis pagi itu posisi saya baru selesai shift kerja dan mau pulang. Belum ada jalannya patah," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima dari rekan kerja, jalan tol mulai mengalami kerusakan pada Kamis sore, bertepatan dengan hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan.

"Pas hujan deras itu kejadiannya. Tiba-tiba patah," kata Rahman.

Rahman mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab patahnya jalan tol tersebut.

Ia hanya memastikan kondisi jalan sudah roboh saat ia kembali beraktivitas pada Jumat pagi.

"Saya tahunya Jumat pagi pas masuk kerja sudah roboh. Tidak tahu kenapa," ucapnya.

Akses Ditutup

Pantauan Kompas.com di lokasi, petugas terlihat melakukan penanganan dengan menggunakan alat berat di titik ambruknya jalan tol.

Sementara itu, Overpass Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 11, Balikpapan Utara, mulai ditutup menggunakan pagar pengaman sejak Jumat pagi.

Diketahui ruas jalan tol yang mengalami kerusakaan itu sempat menjalani fungsional terbatas selama periode Natal 2025 dan tahun baru 2026, tepatnya pada 20 Desember 2025-4 Januari 2026 kemarin.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, selama fungsional terbatas ada 91.000 lebih kendaraan yang menggunakan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.

BBPJN Kaltim bahkan berencana kembali membuka akses Jalan Tol IKN ini secara terbatas untuk menyambut Idul Fitri tahun ini.

https://ikn.kompas.com/read/2026/01/10/130000687/hujan-deras-geser-timbunan-tanah-disposal-diduga-bikin-tol-ikn-ambles

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com