Istana Wakil Presiden (Wapres) kini menjadi sorotan setelah terungkapnya fasilitas olahraga kelas dunia yang terintegrasi di dalam areanya, yakni sebuah kolam renang berstandar Olimpiade atau olympic size sepanjang 50 meter.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membeberkan, progres fisik kompleks hunian dan kantor orang nomor dua di Indonesia tersebut kini telah mencapai titik puncak.
Sentuhan Personal dan Standar Internasional
Kabar mengenai fasilitas kolam renang ini mencuat saat Basuki menceritakan kesan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap calon kantor barunya.
"Olympic size, 50 meter," tambah Basuki.
Kehadiran kolam renang ini bukan tanpa alasan. Selain sebagai sarana olahraga, secara arsitektural, elemen air seringkali digunakan untuk memberikan kesejukan alami di tengah iklim tropis Kalimantan yang lembap.
Menurut Basuki, tidak ada catatan khusus atau keluhan dari sang Wapres. Sebaliknya, ada apresiasi terhadap fasilitas yang tersedia.
"Tidak ada catatan khusus. Bapak Wapres sudah merasa cocok, ada kolam renang di dalam. Ibu (Selvi Ananda) juga kemarin ke sini," ujar Basuki menjawab Kompas.com, Jumat (31/1/2026).
Arsitektur Huma Betang Umai: Modernitas dalam Tradisi
Di balik kemewahan fasilitasnya, Istana Wapres IKN mengusung filosofi desain yang mendalam, yakni Huma Betang Umai.
Secara harfiah, desain ini terinspirasi dari rumah panjang khas suku Dayak (Rumah Betang) yang dimaknai sebagai "Rumah Ibu".
Sementara secara teknis, arsitektur ini menggabungkan prinsip keberlanjutan dan kerukunan, di mana ruang terbuka mengadopsi pola hunian komunal Dayak yang mengutamakan ruang bersama dan transparansi.
Kemudian desain atap dan aliran udara dirancang untuk meminimalkan penggunaan energi, serupa dengan konsep rumah panggung yang mengizinkan sirkulasi udara di bawah bangunan.
Adapun simbolisme "Umai" atau Ibu melambangkan perlindungan, pengayoman, dan kasih sayang, mencerminkan peran wapres sebagai sosok yang merangkul seluruh lapisan rakyat.
Menanti Ketukan Palu Peresmian
Meski secara fisik bangunan sudah mencapai 100 persen, Basuki menjelaskan bahwa tantangan berikutnya ada pada pengisian interior atau furnitur yang merupakan tanggung jawab Sekretariat Negara (Setneg).
"Progres fisiknya sudah selesai. Sekarang tinggal furniturnya. Kalau furnitur Istana Presiden dan Istana Wapres itu tanggung jawab Sesneg. Tergantung kalau furniture-nya belum siap, harus ada pengadaan lewat lelang, itu kan 45 hari," jelas pria yang akrab disapa Pak Bas tersebut.
Target fungsionalitas serta interior Istana Wapres ini diperkirakan akan rampung sepenuhnya dalam waktu dekat.
Keseriusan Wapres untuk segera berkantor di IKN terlihat dari mobilisasi sumber daya manusia.
Sebanyak 50 orang staf Wapres dilaporkan telah bersiap untuk menempati kantor baru mereka di IKN. Mereka bahkan sudah meninjau lokasi untuk memastikan kesiapan furnitur dan kenyamanan ruang kerja.
"Dia telah menugaskan 50 orang stafnya untuk persiapan-persiapan. Kemarin juga ada Deputi dan Kepala Biro Umum melihat furniture-nya," kata Basuki.
Para staf ini nantinya akan menempati Tower 1B ASN yang sudah disiapkan Otorita IKN.
https://ikn.kompas.com/read/2026/02/01/053000787/ada-kolam-renang-olympic-size-50-meter-di-istana-wakil-presiden-ikn