Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menag Jadi Khatib Salat Jumat Pertama Ramadan di Masjid Negara IKN

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dijadwalkan hadir langsung untuk bertindak sebagai Khatib dalam pelaksanaan Salat Jumat pada Jumat ini, 20 Februari 2026.

Kehadiran tokoh kunci kementerian agama ini menjadi simbol kuat aktivitas religi yang terstruktur di ibu kota baru tersebut.

Menag Pimpin Mimbar Jumat 

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun Kompas.com, pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Negara IKN hari ini akan dimulai pada pukul 12.28 WITA.

Selain Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengisi mimbar khotbah, jajaran petugas salat lainnya juga telah ditetapkan.

Posisi Imam akan diisi oleh Ust. H. Martomo Malaing, S.Th.I., M.A., sementara tugas Bilal dan Muadzin akan dijalankan oleh Ust. Muhammad Rasky Raehan.

Kehadiran Menag di mimbar Jumat ini memjadi penanda kesiapan spiritual kawasan KIPP sebelum memasuki momentum besar lainnya dalam waktu dekat.

Syiar Ramadan 1447 H

Momentum Salat Jumat ini juga menjadi bagian dari persiapan fungsional masjid sebelum menjadi episentrum kegiatan ibadah bulan suci Ramadan tahun 1447 Hijriah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag) R. Muhammad Syafi’i telah melakukan kunjungan kerja ke KIPP pada Kamis (12/02/2026) untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung siap menampung jemaah.

Wamenag mengonfirmasi bahwa Menag juga dijadwalkan mengisi tausiyah pada malam kedua salat Tarawih mendatang.

"Ini adalah bagian dari upaya kita memperkuat syiar sekaligus merajut kebersamaan umat di jantung ibu kota baru," ujar Wamenag.

Secara struktur, Masjid Negara IKN telah dinyatakan siap fungsional.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa fokus saat ini adalah pada tahap penyelesaian akhir (finishing) interior untuk menjamin kenyamanan ribuan jemaah yang terdiri dari ASN, pekerja konstruksi, hingga masyarakat sekitar.

Otorita IKN tidak hanya menyiapkan bangunan fisik, tetapi juga merancang ekosistem Ramadan yang lengkap, meliputi:

  • Bazar Kuliner Ramadan: Untuk memenuhi kebutuhan berbuka jemaah dan pekerja.
  • Safari Ramadan: Rangkaian kunjungan religi di kawasan IKN.
  • Pengajian Rutin: Menghidupkan literasi keagamaan di sela pembangunan fisik.

Simbol Toleransi di Plaza Bhinneka Tunggal Ika

Pembangunan di IKN tetap mengedepankan prinsip inklusivitas. Di saat Masjid Negara mulai difungsikan, pembangunan rumah ibadah lain seperti Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, yang diproyeksikan menjadi Basilika pertama di IKN, juga telah memasuki tahap akhir interior.

Pemerintah berkomitmen bahwa fasilitas ibadah untuk umat Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu akan terus dikembangkan pada tahap berikutnya.

Hal ini mempertegas posisi IKN sebagai miniatur Indonesia, di mana moderasi beragama dan toleransi menjadi napas utama dalam pembangunan peradaban baru.

https://ikn.kompas.com/read/2026/02/20/101807887/menag-jadi-khatib-salat-jumat-pertama-ramadan-di-masjid-negara-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com