Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan dukungannya untuk mendanai pembangunan Jembatan Sungai Riko di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Langkah ini dipandang strategis untuk mengintegrasikan wilayah penyangga dengan pusat gravitasi ekonomi baru di Indonesia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengonfirmasi kesediaan pusat dalam menyokong pembiayaan proyek vital tersebut.
"Kementerian PU bersedia membantu dana pembangunan Jembatan Sungai Riko," ujar Aji Muhammad Fitra Firnanda dikutip Kompas.com dari Antara, Minggu (22/3/2026).
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten PPU juga telah menyiapkan dana rintisan guna mengawal tahap awal proyek di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam.
Arsitektur di Atas Rawa
Secara teknis, Jembatan Sungai Riko dirancang dengan bentang utama sepanjang 500 meter.
Namun, tantangan geografis berupa kawasan rawa menuntut pembangunan jembatan pendekat tambahan sepanjang satu kilometer.
Infrastruktur ini bukan sekadar penghubung, melainkan akses krusial yang menyambungkan Jembatan Pulau Balang menuju kawasan IKN.
Jalur ini nantinya akan melintasi sejumlah titik strategis, mulai dari Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung, hingga pusat pemerintahan di Kelurahan Penajam.
Memutus Isolasi Industri dan Logistik
Bagi Pemerintah Kabupaten PPU, Jembatan Sungai Riko adalah urat nadi ekonomi. Posisinya yang terintegrasi dengan jaringan jalan kabupaten diharapkan mampu menciptakan distribusi logistik yang lebih efisien.
Lebih jauh, jembatan ini menjadi pintu pembuka bagi Kawasan Peruntukan Industri Buluminung dan Pelabuhan Benuo Taka.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menekankan bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi lokal berisiko menguap ke wilayah lain di sekitar IKN.
"Keberadaan Jembatan Sungai Riko sangat penting dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik. Tanpa infrastruktur yang mumpuni, potensi ekonomi daerah bisa tidak optimal," tegas Mudyat Noor.
Menuju Target 2028
Dengan target penyelesaian IKN pada 2028, aktivitas ekonomi di wilayah penyangga diprediksi akan melonjak signifikan.
Penajam Paser Utara tidak ingin sekadar menjadi penonton di tengah transformasi besar ini.
Jembatan Sungai Riko diharapkan mampu memperkokoh konektivitas antarwilayah, menarik minat investasi, dan membuka peluang usaha baru bagi warga lokal.
Transformasi infrastruktur ini menjadi pertaruhan bagi Kalimantan Timur untuk membuktikan kesiapannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing global.
https://ikn.kompas.com/read/2026/03/22/091336787/kementerian-pu-danai-jembatan-sungai-riko-konektivitas-menuju-ikn