Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Otorita Siagakan 25 Pramuwisata, Siap Kawal Pengunjung di IKN

Untuk memastikan pengalaman kunjungan yang teratur dan informatif, Otorita IKN menyiagakan 25 pramuwisata khusus yang akan bertugas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Otorita IKN untuk menghadirkan Nusantara sebagai ruang publik yang inklusif dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Juru Bicara Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa para pemandu ini merupakan representasi pemberdayaan masyarakat lokal.

Mereka berasal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan relawan binaan Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN.

"Para pramuwisata ini telah mengikuti pelatihan serta Program Aktualisasi Pemagangan selama satu tahun. Sebanyak 20 orang di antaranya bahkan sudah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," ujar Troy, Jumat (20/3/2026).

Navigasi di Tengah Proyek Raksasa

Kehadiran pemandu wisata menjadi krusial mengingat luasnya area KIPP dan masifnya pembangunan yang sedang berjalan.

Dengan prediksi ribuan pengunjung per hari, tugas ke-25 pramuwisata ini adalah membantu publik memahami fungsi berbagai fasilitas, mulai dari kawasan peribadatan, area perkantoran, hingga hunian ASN.

Wisatawan akan diajak menjelajahi titik-titik ikonik seperti Plaza Seremoni, Embung MBH yang menenangkan, Glamping IKN, Bendungan Sepaku Semoi, hingga Taman Kusuma Bangsa dan Masjid Negara.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat bangunan, tetapi memahami filosofi dan perkembangan pembangunan ibu kota baru ini secara langsung," tambah Troy.

Aturan Ketat di Kawasan Istana

Salah satu daya tarik utama kunjungan kali ini adalah dibukanya akses menuju kawasan Istana Negara, meski dengan pengaturan kapasitas yang ketat.

Namun, pengunjung diingatkan untuk memperhatikan standar berpakaian sebagai bentuk penghormatan terhadap area kepresidenan.

Troy menegaskan bahwa protokol kunjungan ke Istana Negara tidak bisa ditawar.

"Pengunjung wajib bersepatu, tidak diperkenankan memakai sandal. Selain itu, dilarang memakai celana pendek, kaos oblong, maupun baju tanpa lengan," tegasnya.

Pengerahan pramuwisata bersertifikat ini menandai babak baru pariwisata berbasis komunitas di IKN.

Kehadiran mereka diharapkan mampu menjembatani rasa penasaran publik dengan fakta di lapangan, sekaligus membuktikan bahwa pembangunan Nusantara berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

https://ikn.kompas.com/read/2026/03/22/100000687/otorita-siagakan-25-pramuwisata-siap-kawal-pengunjung-di-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com