Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dua Titik Api di Tol Balikpapan-Samarinda Berhasil Dipadamkan, Ini Penyebabnya

Sejak Minggu, 16 Agustus 2026, kebakaran lahan muncul berulang di sekitar ruas tol tersebut, hingga akhirnya petugas berhasil memadamkan dua titik api sekaligus pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS), Muhammad Taufiq, menjelaskan bahwa titik kebakaran terbaru berada di KM 31 dan KM 54+800 arah Samarinda.

Pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water tank, dan 20 personel Damkar yang dikerahkan bersama petugas PT JBS ke lokasi kejadian.

Tiga Hari Berturut-turut

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Muhammad Taufiq, kebakaran ini bukan kejadian sekali jadi.

Titik api pertama kali terpantau pada Minggu, 16 Agustus, diduga dipicu cuaca panas dan kering yang tengah melanda wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya.

"Lokasi kebakaran saat itu berjarak sekitar 20 meter dari ruang milik jalan tol atau Rumija, dengan arah angin mengarah ke kawasan hutan," ujar Muhammad Taufiq dalam keterangannya kepada Kompas.com.

Beruntung, jarak pandang di lajur tol baik arah Balikpapan maupun Samarinda tetap terpantau normal, sehingga petugas PT JBS bisa segera bergerak dan memadamkan titik api itu tidak lama setelah laporan diterima.

Namun api kembali muncul keesokan harinya, Senin 17 Agustus, dan berlanjut lagi pada Selasa 18 Agustus, kali ini di sekitar KM 54 dan KM 31 arah Samarinda. Petugas Damkar pun kembali dikerahkan untuk menangani kobaran api di dua lokasi tersebut.

Koordinasi Lintas Instansi

Untuk itu, Muhammad Taufiq menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama rangkaian kejadian ini berlangsung.

Ia menegaskan bahwa PT JBS terus berkoordinasi dengan unit Damkar setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran lanjutan sekaligus mencari solusi jangka panjang menangani kejadian serupa di kawasan sekitar jalan tol.

Hingga saat ini, petugas lapangan PT JBS masih terus melakukan pemantauan dan penyiraman di area yang terdampak, mengingat kondisi cuaca kering yang berpotensi memicu titik api baru di sekitar kawasan hutan yang berdekatan dengan ruas tol.

Muhammad Taufiq juga mengimbau masyarakat yang hendak melintas di ruas tol Balikpapan-Samarinda untuk selalu memantau kondisi terkini melalui fitur CCTV pada aplikasi Travoy, maupun akun media sosial resmi @tolbalikpapansamarinda.

Pengguna jalan juga diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan meningkatkan kewaspadaan khususnya saat melintasi area yang terdampak asap maupun bekas kebakaran.

Ia mengingatkan agar pengguna jalan selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Jika mengalami kendala selama perjalanan, masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center 24 jam Jasa Marga di nomor 133.

https://ikn.kompas.com/read/2026/08/19/135330887/dua-titik-api-di-tol-balikpapan-samarinda-berhasil-dipadamkan-ini-penyebabnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar