"Pengelolaan Tol IKN akan ditugaskan kepada Hutama Karya," ujar Dody, menjawab Kompas.com, usai sidak areal persawahan yang mengalami kekeringan di Bekasi, Karawang, dan Cirebon, Sabtu (26/9/2026).
Kesediaan Hutama Karya ini ini mempertegas perannya dalam mendukung percepatan infrastruktur dan penguatan konektivitas menuju kawasan ibu kota baru di Kalimantan Timur.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menegaskan, perseroan siap menjalankan kepercayaan dari pemerintah dengan mengandalkan rekam jejak panjang perusahaan di bidang pengoperasian jalan tol, khususnya Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS).
Menurutnya, Hutama Karya mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas menuju IKN.
"Apabila dipercaya untuk mengelola Tol IKN, kami siap menjalankan amanah tersebut dengan mengedepankan keselamatan, kualitas layanan, dan tata kelola yang baik," ujar Hamdani saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (1/10/2026).
Menunggu keputusan resmi pemerintah
Mengenai mekanisme rinci dan kepastian tanggal pengoperasian, manajemen Hutama Karya menegaskan bakal mengikuti seluruh prosedur dan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian PU maupun Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Terkait skema pengelolaan serta waktu pengoperasiannya, Hutama Karya akan mengikuti keputusan pemerintah dan ketentuan yang berlaku," tutur Hamdani.
Ia menambahkan, kehadiran jaringan Tol IKN diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh dari Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tetapi juga menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitarnya.
"Kami berharap kehadiran Tol IKN dapat memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan," katanya.
Pangkas waktu tempuh ke KIPP IKN
Jaringan Tol IKN dirancang untuk menghubungkan Kota Balikpapan langsung ke KIPP IKN di Penajam Paser Utara.
Kehadiran tol ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan dari semula sekitar 2 jam melalui jalan arteri nasional menjadi hanya 30 hingga 45 menit.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, penunjukan pengelola jalan tol merupakan bagian dari persiapan matang sebelum jaringan bebas hambatan tersebut dioperasikan secara komersial dan penuh pada tahun 2027.
Dengan kesiapan Hutama Karya, fokus pemerintah tertuju pada penyelesaian sisa pengerjaan fisik, uji laik fungsi (ULF), hingga penetapan tarif operasional untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan terpenuhi secara optimal.
https://ikn.kompas.com/read/2026/10/02/104457987/tol-ikn-bakal-beroperasi-2027-hutama-karya-siap-pegang-pengelolaan