Langkah ini diambil perseroan usai mengantongi dana segar dari pelepasan aset matang Deli Park Medan pada awal tahun ini.
Sebagai wujud nyata ekspansi tersebut, pengembang properti ini tengah bersiap meresmikan soft opening Central Park Borneo Bay di Balikpapan pada 12 November 2026 mendatang.
Proyek ini digadang-gadang bakal menjadi pusat perbelanjaan premium pertama di tanah Kalimantan.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengungkapkan bahwa pengalihan fokus dan pengembangan aset baru ini merupakan strategi perseroan untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap solid dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
"Untuk menjaga fundamental bisnis tetap solid, kami juga terus mengembangkan aset baru, termasuk Central Park Borneo Bay di Balikpapan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan optimalisasi aset berjalan seiring dengan pengembangan bisnis," ujar Justini dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, penjualan Deli Park Medan merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengoptimalkan nilai aset dan menjaga keseimbangan portofolio bisnis.
Kinerja keuangan melonjak
Strategi penuaian aset di Sumatera yang dilanjutkan dengan reinvestasi ke wilayah potensi baru terbukti memperkuat postur keuangan APLN.
Hingga September 2026, perseroan membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 4,4 triliun, melonjak 66 persen dibandingkan Rp 2,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba komprehensif APLN bahkan melesat hingga 2.006 persen menjadi Rp 594,2 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 28,2 miliar.
Lonjakan kinerja ini terutama disokong oleh penjualan aset properti yang menyumbang Rp 3,5 triliun, naik lebih dari dua kali lipat dibanding posisi September 2025 yang sebesar Rp 1,7 triliun.
Sementara itu, pendapatan berulang (recurring revenues) tercatat sebesar Rp 894,1 miliar, sedikit bergeser dari Rp 988,8 miliar pada tahun lalu akibat penyesuaian komposisi portofolio usai pelepasan Deli Park Medan.
Arus kas membaik
Pelepasan aset matang dengan harga premium tersebut turut memperkuat ketahanan likuiditas emiten. Kas dan setara kas APLN per 30 September 2026 tumbuh 28,4 persen menjadi Rp 1,1 triliun.
Arus kas neto dari aktivitas operasi juga berbalik positif secara signifikan menjadi Rp 1,4 triliun, membalikkan posisi minus Rp 60,7 miliar pada Kuartal III-2025.
Kondisi ini didorong oleh lonjakan penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp 4,7 triliun.
Di sisi pemasaran, APLN berhasil mengantongi marketing sales sebesar Rp 878 miliar (di luar PPN) hingga akhir September 2026.
Penjualan terbanyak disumbang oleh tiga proyek utama, yakni Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan, dan Parkland Podomoro Karawang.
https://ikn.kompas.com/read/2026/10/29/193550687/usai-jual-mal-di-medan-agung-podomoro-alihkan-radar-ekspansi-dekat-ikn