Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 3 Maret 2024, 12:40 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur konektivitas yang menghubungkan Kota Balikpapan sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) dan bagian dari superhub Kalimantan Timur terus dikerjakan secara berkesinambungan.

Salah satunya adalah Tol IKN dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) menuju Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang dirancang sebagai titik awal dari rencana konektivitas menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang mencakup 10 ruas tol dan jalan bebas hambatan (JBH).

Baca juga: Ini Jalur yang Akan Dilintasi VVIP Sambut 17 Agustus 2024 di IKN

Tol IKN Seksi 1 Bandara SAMS-Tol Balsam ini dirancang sepanjang 7,01 kilometer dan telah dilelang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2022 dengan nilai kontrak Rp 2,62 miliar untuk paket perencanaan teknik jalan.

Saat ini, progres pembangunan Tol IKN Seksi 1 Bandara SAMS-Tol Balsam ini, menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, dalam tahap pengadaan lahan.

"Direncanakan tahun 2024 ini akan mulai dibangun. Saat ini masih dalam tahap pengadaan lahan," ujar Hedy menjawab Kompas.com, Jumat (1/3/2024).

Jalan Tol IKN KKT Kariangau-Sp TempadungKementerian PUPR Jalan Tol IKN KKT Kariangau-Sp Tempadung
Pembangunan Tol IKN Seksi 1 Bandara SAMS-Tol Balsam ini diperkirakan membutuhkan anggaran senilai Rp 2,1 triliun yang bersumber dari APBN.

Baca juga: Dari Dua Hari Groundbreaking, Investasi di IKN Tembus Rp 2,1 Triliun

Adapun 10 ruas rencana konektivitas baik tol maupun jalan bebas hambatan yang akan dibangun untuk menghubungkan Kota Balikpapan-KIPP IKN, sebagai berikut:

  1. Jalan Tol IKN Seksi 1 Bandara SAMS-Tol Balikpapan Samarinda (Balsam)
  2. Jalan tol IKN Seksi 3A Segmen Karangjoang-KKT Kariangau
  3. Jalan Tol IKN Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Sp. Tempadung
  4. Jalan Tol IKN Seksi 5A Segmen Sp. Tempadung-Jembatan Pulau Balang
  5. Jalan Bebas Hambatan Seksi 5B Segmen Jembatan P. Balang-Riko
  6. Jalan Bebas Hambatan Seksi 6A Segmen Riko-Rencana Outer Ring Road IKN
  7. Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Sp. 3 ITCI
  8. Jalan Seksi 6C-1 Sp. 3 ITCI-Simpang 1B-Sumbu Kebangsaan Timur KIPP
  9. Jalan Tol IKN Seksi 4A Segmen Sp. Tempadung-Outer Ring Road IKN
  10. 4B Immersed Tunnel IKN Sungai Sepaku

Dari total 10 rencana infrastruktur konektivitas tersebut, ada tiga ruas utama yang masuk dalam pembangunan tahap satu, yaitu Tol IKN Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 kilometer, Tol IKN Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,32 kilometer, dan Tol IKN Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,67 kilometer.

Baca juga: Rusun IKN Topping Off, Perpindahan ASN Hankam Dimulai Juli 2024

Tiga ruas Tol IKN tersebut ditargetkan bisa tersambung penuh dan dilintasi dua arah pada Desember 2024. Sementara pada Juli 2024 ini, ketiga ruas tol tersebut ditargetkan sudah bisa dilintasi satu arah.

"Itu akhir Desember (dapat dilintasi dua arah). Kan kita ada dua target prinsipnya, untuk Agustus dan akhir Desember. Semua kontrak-kontrak kita yang utama itu yang fungsional sebagian itu pada Agustus, sisanya pada Desember," ujar Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau