Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Paskibra Akan Tempati Rusun ASN Sebulan Jelang HUT ke-79 RI di IKN

Kompas.com, 2 Maret 2024, 15:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dan petugas yang terkait dengan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI, akan menempati rumah susun (rusun) ASN sebulan sebelumnya.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengungkapkan hal ini usai membersamai Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya selama dua hari Kamis (29/2/2024) dan Jumat (1/3/2024).

"Mereka akan mulai di sini. Kemungkinan besar tower-tower rusun akan dimanfaatkan dulu untuk para petugas upacara. Sementara ASN akan mundur setelahnya," ujar Bambang.

Baca juga: Seluruh Transaksi Keuangan di IKN Bakal Cashless

Sebelumnya, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra memastikan jumlah peserta yang akan mengikuti upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, mencapai ribuan orang.

VVIP saja sekitar 5.000 orang. Sementara kapasitas Lapangan Upacara disiapkan untuk dapat menampung 8.700 peserta.

Belum lagi pasukan keamanan sekitar 1.500-2.000 orang. Bahkan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memperkirakan ada 2.800 personel yang akan ditempatkan di IKN.

Baca juga: Mei 2024 Groundbreaking Ke-6 IKN, Fokus Sektor Pendidikan

Oleh karena itu, Indra memastikan segala sesuatunya akan dipersiapkan dengan matang. Termasuk kebutuhan akomodasi.

"Tapi rasanya kan tidak mungkin semua dari ribuan orang itu tinggal di IKN. Sebagian besar akan mengandalkan Balikpapan dan Samarinda. Ini tugas desk lain dalam Tim Gabungan yang dibentuk Setpres ya," ungkap Indra.

Pendek kata, tegas Indra, tugas yang menjadi kewenangan Kementerian PUPR yakni persiapan infrastruktur sudah ditargetkan Juni sudah tuntas untuk kemudikan dilakukan comissioning pada Juli.

Baca juga: Dari Dua Hari Groundbreaking, Investasi di IKN Tembus Rp 2,1 Triliun

Dia memastikan, pembangunan infrastruktur difokuskan pada kualitas, keberlanjutan, kecermatan, ketepatan, berbasis teknologi dan sains, serta memiliki estetika tinggi.

"Sehingga laik untuk digelarnya upacara kemerdekaan 17 Agustus 2024 nanti," tuntas Indra.

Topping off

Adapun pembangunan rumah susun (rusun) ASN, dan TNI/Polri telah mencapai tahap tutup atap atau topping off, Jumat (1/3/2024).

Baca juga: Cair, Santunan Warga Terdampak Bandara VVIP IKN

"Nanti pada bulan Juli akan selesai 12 tower, kemudian September 21 berarti 33, ditambah November 14, berarti 47 selesai kira-kira pada akhir November 2024," ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan Kompas.com.

"Ini kerja masih jangka panjang tapi harus dimulai dimulai dimulai dimulai dan hari ini kita telah topping off untuk menunjukkan bahwa gedung itu sudah hampir jadi sudah setengah jadi," tuntas Jokowi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau