Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menembus Terowongan Multi Utilitas IKN, Rapi dan Dilapisi Epoksi

Kompas.com, 13 Mei 2024, 07:10 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Indonesia saat ini sedang membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan tingkat akselerasi tinggi.

Salah satu yang tengah dikerjakan secara intensif adalah pembangunan infrastruktur terowongan multi utilitas atau multi utility tunnel (MUT) di sepanjang Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur serta titik-titik lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Baca juga: Presiden Berkantor di IKN Juli 2024, Smart Defense System Diterapkan

Hal ini menyusul progres konstruksi fisik bangunan Batch I yang sudah mencapai level 81 persen, dan Batch II sekitar 30 persen.

Di antaranya Kawasan Istana Presiden yang mencakup Istana Negara, Kantor Presiden, Lapangan Upacara, dan Kantor Sekretariat Presiden.

Kemudian kawasan atau ekosistem perkantoran yang mencakup Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 1, Kemenko 2, Kemenko 3, dan Kemenko 4.

Multi Utility Tunnel (MUT) di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Multi Utility Tunnel (MUT) di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Ibu Kota Nusantara (IKN)
Berikutnya ekosistem ruang publik yang terdiri atas Plaza Seremoni, Visitor Center, Gallery Center, Amphitheater, dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat-Timur.

Selain itu juga ekosistem hunian yang meliputi 12 menara apartemen untuk ASN, Hankam, TNI/Polri, dan BIN.

Kompas.com berkesempatan menembus terowongan MUT di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat yang berawal dari main hole yang ditutup pelat baja berlogo Nusantara.

Baca juga: 14 Juli, Lapangan, Ruang Ganti, dan Dormitory PSSI Training Center di IKN Jadi

MUT ini dirancang dengan lebar 4,2 meter dan tinggi sekitar 2,6-2,7 meter, membentang sekitar 20 kilometer di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat, dan 14 kilometer di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur.

MUT Tahap I tuntas 100 persen dengan kondisi lantai sudah dilapisi epoksi yakni jenis bahan resin yang didapat dari reaksi kimia polimerisasi epoksida. Zat ini digunakan sebagai pelindung karena memiliki daya rekat dan kekuatan tinggi.

Ketua Satgas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga menuturkan, MUT dibangun untuk mengelola dan mengatur berbagai jaringan utilitas mulai dari pipa air, kabel listrik, dan fiber optik.

Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN)
"MUT dibangun di bawah permukaan tanah dan jalanan IKN. Semua kabel listrik, pipa-pipa air baik Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Pembagi (JDP) atau pun jaringan optik dikumpulkan sehingga tidak ada lagi kabel dan jaringan yang bergelantungan maupun ditanamkan di tanah secara serampangan," terang Danis kepada Kompas.com.

Danis juga menegaskan, sesuai dengan prinsip pembangunan IKN sebagai kota cerdas berkelanjutan atau smart forest city, dirancang bebas kabel bergelantungan. Selain menghindari bahaya, juga menyangkut soal estetika kota.

Baca juga: Sebelum 17 Agustus 2024, Tol IKN Tersambung Tol Balikpapan-Samarinda

Tak hanya itu, jalanan pun jadi rapi dan tidak terganggu pekerjaan galian atau tidak ada kabel-kabel kusut yang bergelayutan.

Adapun beberapa keuntungan lain dari penggunaan MUT, terdapat sensor yang akan memberikan informasi ke ruang pengendali, saat terjadi kerusakan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau