Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diuji Coba 5 Agustus, Kereta Otonom IKN Tak Menyerap Sepeser Pun Duit Negara

Kompas.com, 30 Juli 2024, 06:28 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) yang merupakan bagian dari sistem transportasi cerdas Ibu Kota Nusantara (IKN), akan menjalani pembuktian konsep atau Proof of Concept (PoC) pada 5 Agustus 2024.

Hal itu dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat konferensi pers mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (29/7/2024).

"Saya laporkan kepada Bapak Presiden bahwa ART rolling stock-nya sudah ada di Balikpapan. Jadi kalau mau lihat besok sama saya di Balikpapan, dan itu akan diujicoba Insya Allah tanggal 5 (Agustus) sudah mulai uji coba," kata Budi Karya.

Ini artinya, pelaksanaan PoC lebih cepat 5 hari dari yang telah dijadwalkan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bahwa kereta otonom tanpa rel mengaspal pada 10 Agustus 2024.

Baca juga: Uji Terbang Sky Taxi IKN Buatan Hyundai Sukses, Take Off dan Landing Mulus

Namun, Budi Karya tidak menyebutkan, apakah kereta dimaksud merupakan produksi BUMN China CRRC Sifang atau CRRC Zhuzhou & Norinco. 

Interior Kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) pabrikan CRRC Zhouzhou dan NorincoKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Interior Kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) pabrikan CRRC Zhouzhou dan Norinco
Sebagai informasi, terdapat dua kerjasama kereta otonom tanpa rel yang tengah diupayakan sebagai pendukung transportasi cerdas IKN.

Pertama adalah kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan CRRC Sifang dan kedua adalah kerjasama antara OIKN dengan CRRC Zhouzhou Institute Co. Ltd. & Norinco. 

Kompas.com berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, namun hingga artikel ini ditulis, tak kunjung direspons. 

Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi meninjau jalur dan marka Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat sebagai area kereta otonom menjalani uji coba pada 10 Agustus 2024.KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi meninjau jalur dan marka Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat sebagai area kereta otonom menjalani uji coba pada 10 Agustus 2024.
Akan tetapi, saat Kompas.com mendapat kesempatan eksklusif secara langsung meninjau rolling stock di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan, Kalimantan Timur, terungkap bahwa ART yang sudah tiba di Balikpapan pada 27 Juli 2024 itu merupakan produksi BUMN China CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd dan Norinco.

Salah satu hal yang mencolok dari ART ini adalah desain eksterior dengan dominasi warna putih dihias ornamen livery cokelat muda yang diadaptasi dari Pohon Hayat sebagai logo IKN. Selain itu terdapat sepasang persona yang mengenakan baju adat tradisional Dayak. 

Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi meninjau jalur dan marka Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat sebagai area kereta otonom menjalani uji coba pada 10 Agustus 2024.KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi meninjau jalur dan marka Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat sebagai area kereta otonom menjalani uji coba pada 10 Agustus 2024.
Sementara rolling stock yang diadakan Kementerian Perhubungan yang didominasi warna biru, masih dalam perjalanan di perairan Filipina. 

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, sarana ART buatan CRRC Zhuzhou & Norinco akan dimobilisasi menuju IKN pada 30 Juli 2024, dan tiba di lokasi pada hari yang sama.

Pemasangan dan uji coba mandiri oleh tim teknis ART CRRC Zhuzhou & Norinco akan berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2024.

Baca juga: UPDATE Terkini Sumbu Kebangsaan IKN, Progres Fisik 85 Persen

Moda transportasi ramah lingkungan yang berjalan tanpa rel ini akan menjalani uji coba, saat pekerjaan konstruksi infrastruktur dasar IKN disetop sementara.

"Jalur yang akan digunakan untuk PoC adalah Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat. Markanya sudah terpasang," ujar Ale, sapaan akrabnya. 

Ale mengaku, jalur yang akan digunakan ini sempat mengalami perubahan karena ada ketidaksesuaian antara desain dan spesifikasi dengan yang terpasang di lapangan.

Namun demikian, ketika dia meninjau langsung Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat pada Kamis (18/7/2024), ukuran lebar jarak marka-nya sudah sesuai.

"Ya kemarin sempat perlu perubahan ukuran lebar jarak marka-nya untuk menyesuaikan dengan specification ART-nya," cetus Ale.

Delegasi CRRC Zuzhou & Norinco meninjau Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur PoC kereta otonom yang akan diuji coba pada 10 Agustus 2024.Adam Rafieariq Delegasi CRRC Zuzhou & Norinco meninjau Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur PoC kereta otonom yang akan diuji coba pada 10 Agustus 2024.
Interior dan Spesifikasi Teknis 

Adapun interior ART ini dirancang demikian luas, berdesain modern, dinamis dan elegan, dengan ceiling tinggi sehingga dapat mengakomodasi penumpang dengan tinggi badan lebih dari 1,8 meter. 

Sementara spesifikasi teknisnya mencakup panjang 30.2 meter, lebar 2.65 meter, dengan kapasitas tampung maksimal 302 penumpang. 

Trem otonom berbobot penuh 54 ton ini dapat mengaspal dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam. 

Selain itu, gradient maximum mencapai 10 persen, dan minimum turning radius 15 meter. Adapun kapasitas baterai menembus 294 kW dan kebutuhan daya listrik AC380V; 50Hz.

Baca juga: Intip Desain Istana Wapres IKN, Dibangun Dalam Waktu Dekat

Ale menjelaskan, ART merupakan kereta berpemandu lidar (deteksi dan jangkauan cahaya) untuk angkutan penumpang perkotaan.

"Sistem ART dapat beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan sensor pemandu," imbuh Ale.

Namun demikian, CRRC Zhuzhou & Norinco belum ditetapkan sebagai penyedia transportasi cerdas berkelanjutan di IKN.

Pihaknya membuka kesempatan bagi pabrikan lain untuk melakukan PoC produk sekaligus menunjukkan keandalannya di IKN sebagai living lab bagi kemajuan teknologi terbaru di bidang transformasi hijau dan digital.

"Selain itu, masih ada proses berikutnya yakni pelelangan. Nah, jika kelak terpilih pemenangnya, maka ART akan mengaspal di jalur sepanjang 4,9 kilometer di Jalan Kebangsaan Sisi Barat dan Timur yang akan dilengkapi 6 buah halte," papar Ale.

Kendati demikian, ART buatan CRRC Zhuzhou & Norinco ini telah lama mengaspal di negaranya sejak 2017 dengan kapasitas dapat menampung 300 penumpang.

Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur PoC kereta otonom yang akan diuji coba pada 10 Agustus 2024.Adam Rafieariq Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur PoC kereta otonom yang akan diuji coba pada 10 Agustus 2024.
Tanpa Sepeser pun Duit APBN

Untuk diketahui, PoC ini dilakukan berdasarkan nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani OIKN dan CRRC Zhuzhou & Norinco dengan tujuan untuk mengevaluasi keandalan dan pemanfaatan teknologi terbaru perkeretaapian trem otonom selama dua bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2024.

"Ini menandai fase intensif dalam penerapan dan evaluasi teknologi ini," cetus Ale.

Satu hal yang penting dan harus digarisbawahi adalah bahwa pembuktian konsep ART ini mulai dari pengadaan dan pengiriman rolling stock, hingga tiba di IKN tanpa menggunakan uang negara atau APBN sepeser pun. 

"Selama ini pembiayaan terkait berbagai kegiatan PoC yang dilakukan di IKN maupun daerah mitra merupakan kontribusi yang diberikan oleh para technology providers," pungkas Ale.

Ale menegaskan, keberhasilan mendatangkan kereta otonom ini merupakan kolaborasi lintas kementerian/lembaga (K/L) yang selama ini terus dilakukan untuk memastikan PoC dapat berjalan dengan lancar dan baik.

OIKN bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan, Ditjen Bea Cukai, Kemenenterian Kominfo, dan Polri selama ini telah melakukan rapat rutin untuk memastikan dan mengevaluasi kelayakan teknis dan operasional serta dukungan fasilitas infrastruktur trem otonom yang diperlukan.

IKN sebagai global city for all merupakan testbed inovasi, di mana pengembangan dan pemanfaatan teknologi terbaru akan di lakukan bersama-sama dengan berbagai pihak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau