Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan kesiapan uji coba atau Proof of Concept (PoC) trem otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 5 Agustus 2024.
Trainset ART yang saat ini berada di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan, Kalimantan Timur, adalah ART yang akan mengaspal di IKN.
Baca juga: Kementerian ATR/BPN Siap Jalankan Perpres 75/2024
"Saya harapkan sebelum tanggal 5 Agustus, sudah dipindahkan ke IKN dan melakukan uji coba. Jadi, sebelum 17 Agustus sudah beroperasi," tutur Menhub.
Pada HUT ke-79 Kemerdekaan RI, trem ini berfungsi sebagai feeder atau armada pengumpan bagi para tamu undangan di area Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur serta titik-titik kumpul lainnya.
Delegasi CRRC Zuzhou & Norinco meninjau Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur PoC kereta otonom yang akan diuji coba pada 10 Agustus 2024.Masa uji coba ini tidak dikenakan tarif alias gratis, dengan dua unit rangkaian kereta masing-masing tiga gerbong.
Kereta ini akan berputar melalui Jalan Sumbu Kebangsaan sisi barat dan sisi timur di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dengan waktu tunggu (headway) 5 menit.
Satu set ART terdiri dari dua gerbong, dengan total kapasitas penumpang sebanyak 324 orang.
Baca juga: Selama Uji Coba, Masyarakat Bisa Jajal Trem Otonom IKN Gratis
Setelah uji coba ini, Menhub memastikan, ART akan disiapkan sebagai angkutan transportasi publik dengan skema buy the service (BTS) yang akan dimulai pada 2025 dengan pendanaan melalui APBN.
Menurutnya, dua pabrikan China CRRC memberikan komitmen kepada Indonesia untuk menggunakan ART ini sejak Agustus hingga Desember 2024 secara free for trial.
Untuk diketahui, terdapat dua kerjasama kereta otonom tanpa rel yang tengah diupayakan sebagai pendukung transportasi cerdas IKN.
Pertama adalah kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan CRRC Sifang dan kedua adalah kerjasama antara OIKN dengan CRRC Zhouzhou Institute Co. Ltd. & Norinco.
Kereta otonom Autonomous Rail Transit (ART)."Pada November atau Desember 2024, pemenang lelang akan ditetapkan oleh pemerintahan yang baru," cetus Budi Karya.
Baca juga: Pengelolaan Kereta Otonom Tanpa Rel di IKN Bakal Mirip Jalan Tol
Budi Karya menjelaskan, secara khusus kereta ini punya keunggulan yakni tidak menggunakan rel, melainkan marka jalan.
Oleh karena itu, harga yang harus dibayar oleh pemerintah maupun konsumen akan jauh lebih rendah dibanding angutan transportasi massal berbasis rel.
"Skema BTS untuk ART ini juga diharapkan dapat diduplikasi di kota-kota lainnya di Indonesia seperti Bandung, Makassar, Medan, dan lain-lain karena tidak memerlukan rel dan sinyal. Cara kerja ART adalah dengan mengidentifikasi marka, jadi tidak perlu investasi besar," tutur Budi Karya.
Sementara kecepatan operasionalnya 50 kilometer per jam dan maksimal 80 kilometer per jam.
Adapun panjang jalur ART Fase I sekitar 1,2 kilometer, sedangkan panjang jalur Fase II adalah mencapai 5,2 kilometer.
Saat beroperasi nanti, jalur dan halte ART akan berbagi atau sharing lane dengan Bus Rapid Transit (BRT).
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Tonny Agus SetionoOIKN bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan, Ditjen Bea Cukai, Kemenenterian Kominfo, dan Polri selama ini telah melakukan rapat rutin untuk memastikan dan mengevaluasi kelayakan teknis dan operasional serta dukungan fasilitas infrastruktur trem otonom yang diperlukan.
IKN sebagai global city for all merupakan testbed inovasi, di mana pengembangan dan pemanfaatan teknologi terbaru akan di lakukan bersama-sama dengan berbagai pihak.
"Semoga ini jadi salah satu moda modern yang dapat diimplementasikan di IKN setelah nanti dilakukan PoC," tuntas Tonny.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang