Penulis
Kemudian Polri dan TNI sebagai penjaga keamanan nasional, yang memainkan peran kunci dalam mengamankan area upacara dan wilayah sekitar IKN.
Mereka mendirikan pos-pos keamanan dan melakukan pengawasan ketat melalui integrasi sistem keamanan dan video analytics yang dikendalikan dari Nusantara Command Center.
"Ini mencakup pengendalian kerumunan, pengamanan VIP, serta kesiapsiagaan terhadap ancaman potensial," imbuh Ale.
Selanjutnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menangani keamanan siber sebagai hal yang krusial. BSSN bertanggung jawab melindungi seluruh infrastruktur TIK dari potensi serangan siber yang dapat mengganggu jalannya upacara.
"Mereka bekerja di balik layar untuk memastikan sistem berjalan dengan aman dan tanpa gangguan," tambanya.
Baca juga: Honeywell Dukung Konkret IKN, Uji Coba Command Center Akhir 2024
Adapun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berperan dalam melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap potensi ancaman terorisme yang dapat terjadi selama upacara.
Melalui kolaborasi dengan Polri dan TNI, mereka memastikan tidak ada celah bagi ancaman terorisme untuk mengganggu perayaan bersejarah ini.
Berikutnya, PT Telkom (Persero) Tbk dan Icon PLN sebagai penyedia utama infrastruktur telekomunikasi dan listrik, memastikan kelancaran konektivitas dan pasokan listrik yang stabil selama acara.
Mereka mengerahkan sumber daya terbaik untuk mendukung operasi Command Center dan seluruh perangkat komunikasi yang digunakan oleh tim di lapangan.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi"Informasi ini dikomunikasikan secara real-time kepada Command Center untuk pengambilan keputusan cepat jika diperlukan," ungkap Ale.
Sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa seluruh infrastruktur fisik di IKN, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya, dalam kondisi prima untuk mendukung perayaan ini.
Mereka juga menyediakan CCTV untuk memonitor infrastruktur melalui sistem yang terintegrasi di Command Center.
Baca juga: Menilik Teknologi Canggih Command Center Tahap I IKN
Sedangkan Kementerian Perhubungan bertanggung jawab atas pengaturan transportasi. Mereka memastikan kelancaran arus transportasi menuju dan dari lokasi upacara, termasuk pengendalian lalu lintas dan penyediaan sarana transportasi yang aman dan nyaman bagi tamu undangan melalui CCTV.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) sebagai pengatur kebijakan telekomunikasi, juga memastikan pembagian kanal frekuensi telekomunikasi aman dan bekerja dengan baik.
"Bisa dibilang ini adalah pertama kalinya di Indonesia diadakan operasi gabungan yang begitu terkoordinasi seperti ini, dengan berbagai instansi strategis berkumpul dalam satu pusat komando," urai Ale.
Nusantara Command Center menjadi pusat kontrol, pemantauan, dan pengambilan keputusan yang cepat dan efektif, memastikan setiap potensi masalah dapat diatasi secepat mungkin.
Menurut Ale, kerja keras para tim lintas instansi yang tak kenal lelah demi suksesnya upacara HUT RI ke-79 ini adalah cerminan dari semangat gotong royong yang menjadi jiwa bangsa Indonesia.
"Kolaborasi dan sinergi yang terbangun di antara berbagai instansi ini menjadi fondasi kuat bagi masa depan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan yang modern, efisien, dan terintegrasi," tuntas Ale.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang