Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Honeywell Dukung Konkret IKN, Uji Coba Command Center Akhir 2024

Kompas.com, 11 Juni 2024, 19:44 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Honeywell Indonesia makin memperkuat komitmen dan dukungannya terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dukungan dan komitmen ini ditunjukkan melalui langkah konkret dengan melaksanakan uji coba atau Proof of Concept (PoC) pembangunan Integrated Command and Control Center pada akhir tahun 2024 yang didukung oleh United States Trade and Development Agency atau USTDA.

Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi mengatakan, komitmen Honeywell diterjemahkan dalam penandatanganan nota kesepahaman di Kantor OIKN, Jakarta (11/6/2024).

Baca juga: BPK Soroti Pendanaan Pembangunan IKN yang Masih Andalkan APBN

Ali menjelaskan, dalam membangun IKN menjadi sebuah kota cerdas atau smart city, OIKN telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi global, salah satunya Honeywell.

Sebagai perusahaan terkemuka rekayasa teknologi, Honeywell menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan di berbagai sektor termasuk bangunan cerdas, pengelolaan energi, keamanan, keselamatan dan keberlanjutan.

Menurut Ali, tujuan penandatanganan nota kesepahaman ini adalah untuk memperkuat kerja sama, pertukaran gagasan, serta pengalaman dalam perencanaan dan pengimplementasian konsep kota cerdas IKN yang mendukung pengembangan ekonomi hijau serta pengembalian ekonomi yang konkret dan pengalaman masyarakat di Indonesia.

Kerja sama dengan Honeywell diharapkan dapat mempercepat pembangunan smart city sesuai dengan perencanaan Smart City Blueprint Nusantara.

"Sehingga dapat tercipta kota yang dapat dikelola secara lebih efisien dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya," imbuh Ali.

Baca juga: Temuan BPK: 5 Area Hasil Pengadaan Tanah IKN Belum Bersertifikat

Presiden dari Honeywell Asia Steven Lien menambahkan, pihaknya bersemangat membantu OIKN merealisasikan pembangunan agar selaras dengan visi kota cerdas dengan net zero carbon emission (NZE).

“Honeywell sebagai perusahaan yang bergerak dalam sektor bangunan cerdas ingin turut mengembangkan sistem dan fitur teknologi bangunan cerdas pada implementasi pembangunan Ibu Kota Nusantara” ujar Steven.

Presiden Direktur Honeywell Indonesia David Hutagalung menyatakan antusiasme yang serupa.

“Sebagai early believer terhadap pembangunan IKN, Honeywell melalui MoU ini memperkuat komitmennya untuk mendukung secara lebih konkrit dalam pembangunan IKN sebagai kota cerdas,” cetus David.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau