"Jadi ketika itu saya harus push semua ketinggian dan lain-lain itu harus diperjuangkan semaksimal mungkin, misalnya satu meter pun sangat berarti untuk diperjuangkan," tambahnya.
Selanjutnya untuk berwibawa, interior istana tidak idak boleh kekinian atau kaku, harus memiliki kewibawaan.
"Kalau istilah Pak Jokowi harus ada angkernya sedikit," ujarnya.
3. Menghargai masa lalu, menyongsong masa depan
IKN memang dirancang sebagai kota masa depan alias futuristik. Namun, dia merasa perlu memberi sentuhan masa lalu di dalam desain interiornya.
Alasannya, desain-desain masa lalu bisa lebih bertahan pada masa mendatang. Contohnya motif kawung yang dari masa lalu sampai dengan saat ini masih indah dipandang.
"Jadi akhirnya didesain kami banyak motif-motif yang klasik Indonesia, bukan motif baru dan motif kekinian," katanya.
4. Berkelanjutan
Interior Istana Kepresidenan IKN didesain agar bisa menyesuaikan dengan perubahan yang memungkinkan akan terjadi pada masa mendatang.
"Saya tidak mendesain sesuatu yang seperti ini saja kemudian ketika diubah menjadi aneh. Saya merasa di masa yang pendek, dua tahun lagi, tiga tahun lagi, 10 tahun lagi, saya berharap ada desainer interior yang lain yang akan mengisi ruangan yang saya sudah desain atau menambahkan sesuatu," pungkas Dodo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang