Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setiap Interior Ruangan Istana Kepresidenan di IKN "Bercerita"

Kompas.com, 30 Agustus 2024, 09:00 WIB
Add on Google
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Interior ruangan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang dengan sangat apik.

Perancang Desain Interior Istana Kepresidenan IKN Rudy Dodo mengatakan, konsep dasar interior Istana Kepresidenan IKN meliputi Nusantara dan tropis, interior yang bercerita, megah dan berwibawa, menghargai masa lalu menyongsong masa depan, serta berkelanjutan.

Mengenai salah satu konsep dasarnya yakni interior yang bercerita, di dalam desain interior istana menyajikan cerita tentang Nusantara.

"Jadi semua ruangan harus punya cerita masing-masing, ceritanya tidak hanya global sebagai konsep interior secara keseluruhan, tapi setiap ruangan memiliki cerita," ujar Dodo dalam webinar yang berlangsung pada Kamis (29/8/2024).

Menurut dia, cerita itu tentang berbagai hal di Nusantara yang dimaksud mulai dari kepribadian, kesenian, arsitektur, kerajinan, hingga budaya dari berbagai wilayah di Indoensia.

Contohnya, interior yang bercerita tentang tari-tarian, wayang, makanan khas Indonesia, tanaman-tanaman, wayang, hingga kebiasaan seperti gotong-royong dan persatuan.

"Ada misalnya ruang perpustakaan itu bercerita tentang lontar, warisan-warisan lontar di Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Mengintip Interior Kantor Presiden di IKN, Ada Bung Karno Berkostum Putih

Interior Istana Kepresidenan di IKN.Tangkap Layar Youtube Kenari Djaja Interior Istana Kepresidenan di IKN.
Dodo pun meyakini, meski tidak seluruhnya, desain interiornya sudah mewakili hampir semua ciri khas wilayah-wilayah di Indonesia.

"Misalnya ada yang ketinggalan pun dapat ditambahkan di kemudian hari, karena interior itu gampang untuk ditambahkurangkan," pungkasnya.

Konsep dasar interior Istana Kepresidenan IKN lainnya

1. Nusantara dan tropis

Dodo menjelaskan, alasan memasukkan konsep Nusantara dan tropis di dalam desain interiornya karena letak dari Istana Kepresidenan.

Pertama, tentu Istana Kepresidenan berada di Nusantara. Kemudian, wilayah Kalimantan yang memiliki banyak hutan tropis.

"Tapi jangan salah paham bahwa istana ini dibangun di area hutan produktif, bukan hutan asli yang jungle, tapi hutan produktif yang isinya pohon-pohon eukaliptus saja yang setiap berapa bulan ditebang," katanya.

Interior Istana Kepresidenan di IKN.Tangkap Layar Youtube Kenari Djaja Interior Istana Kepresidenan di IKN.

2. Megah dan berwibawa

Kemegahan dinilai menjadi sebuah keharusan di Istana Kepresidenan. Ukuran atau skala ruangnya itu harus cukup untuk mencapai suatu bentuk kemegahan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau