Penulis
Data tersebut merupakan hasil dari sensus keluarga yang dilaksanakan oleh BKKBN dan di triangulasi dengan data NIK dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kemensos.
Baca juga: Bom Waktu Air Bersih di Sekitar IKN, Pemerintah Beri Perhatian Khusus
Data P3KE berisi berbagai macam indikator kesejahteraan termasuk latar belakang pendidikan, mata pencarian, hingga kualitas hunian dan sanitasi.
“Dari data tersebut OIKN dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” imbuhnya.
Alimuddin berpendapat, pembangunan di IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusianya.
Salah satu isu yang penting adalah mengentaskan kemiskinan dan mengatasi masalah stunting.
OIKN telah memetakan kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan SDM berbasis data by name by address (BNBA) yang bersumber dari Data Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Baca juga: Istana Kepresidenan IKN Harus Berwibawa, Ada Angkernya Sedikit
Terkait hal itu, Sekretaris OIKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya memastikan untuk selalu mengawal perkembangan potensi dan daya saing masyarakat di IKN.
“Dengan hasil pemetaan data dan Rapat Koordinasi Peningkatan SDM IKN, Kemenko PMK dan OIKN akan menyelenggarakan Rakor teknis tingkat pusat dalam waktu singkat,” pungkasnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.