Penulis
Melalui anak usaha, PT Pakuwon abadi Nusantara (PNA), raja properti yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, yang dimiliki oleh Alexander Tedja ini akan membangun Pakuwon Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1 A, yakni di Jalan Sumbu Kebangsaan.
Baca juga: Mimpi Besar Indonesia Punya Tol Bawah Laut Bakal Terwujud di IKN
Pakuwon Nusantara yang menempati area seluas 7,2 hektar, dirancang dengan konsep ramah lingkungan.
President Director PNA Eiffel Tedja menuturkan, tahapan pembangunan mencakup hotel Four Points by Sheraton.
Kemudian disusul dengan pembangunan pusat perbelanjaan, Hotel Tribute Portfolio by Marriott, Hotel Westin, dan ballroom.
Sementara Mal Pakuwon Nusantara mengusung desain yang menyatu dengan konsep teras langit dari alam terbuka hijau dengan pemandangan langsung ke lembah dan sungai.
3. PT Wulandari Bangun Laksana Tbk
Perusahaan yang kini dikendalikan generasi kedua, Tjia Daniel Wirawan ini merupakan satu-satunya investor lokal asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang berinvestasi di IKN.
Baca juga: Meski Baru Dua Tahun, IKN Bertabur Hotel Berbintang
Dengan investasi senilai Rp 3 triliun, Perseroan akan membangun hotel bintang empat, pusat perbelanjaan, perkantoran, apartemen, dan fasilitas olahraga sebagai community hub.
PT Wulandari Bangun Laksana Tbk akan membangun community hub terlebih dahulu yang mencakup lapangan futsal, lapangan basket, kafe, restoran, dan fasilitas olahraga serta hobi.
4. PT Intiland Development Tbk
PT Intiland Development Tbk merupakan pemain lama di sektor properti yang dibesut Hendro Santoso Gondokusumo.
Dia bersama mitra strategis PT Abdael Nusa dan CAMC Engineering Co., Ltd. (CAMCE), membangun proyek jumbo di IKN dengan nilai Rp 3,8 triliun.
Proyek pertama yakni pengembangan kawasan mixed-use Grand Whiz Nusantara yang mengintegrasikan hotel, serviced apartment, area ritel, pusat olahraga, dan fasilitas makanan dan minuman.
Baca juga: Investasi Swasta di IKN Ditopang Sektor Properti
Proyek kedua adalah Nusantara Quarter, sebuah pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan area komersila dengan akses transportasi publik.
Pengembangan ketiga yakni kawasan perumahan dengan fasilitas lapangan golf bernama Royale Nusantara Golf Resort & Residence.