Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Command Center Tahap II IKN Raup Dukungan 7 Raksasa Teknologi Amerika

Kompas.com, 1 November 2024, 08:46 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan Command Center Tahap II di Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Amerika Serikat melalui USTDA.

Hal ini dibuktikan dengan komitmen hibah dari tujuh raksasa teknologi Amerika Serikat senilai 7,6 juta dolar AS atau ekuivalen Rp 119,3 miliar.

Penandatanganan kerja sama pun dilakukan oleh Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi dan CEO Meta Mind Global Corporation (MMGC) Vishal Currie sebagai perwakilan tujuh perusahaan, Kamis (31/10/2024).

Baca juga: 8 Poin Strategis Kesiapan Otorita IKN Sambut Tahun 2025

Perjanjian ini merupakan langkah konkret tindak lanjut grant agreement antara OIKN, yang sebelumnya ditandatangani oleh Plt. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan USTDA, yang diwakili oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir, pada 20 September 2024.

Untuk diketahui, tujuh perusahaan teknologi ternama Amerika Serikat tersebut meliputi Amazon Web Services, Autodesk, Cisco, Esri, IBM, Honeywell, dan Motorola.

Mereka akan berkolaborasi dalam pelaksanaan hibah percontohan (PoC) teknologi untuk Command Center Tahap II yang berlokasi di Gedung Kemenko Polhukam 3 di IKN.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi menjelaskan, dalam proyek PoC ini, setiap perusahaan tersebut memiliki peran strategis untuk memperkuat fondasi Command Center Fase II baik dari sisi hardware dan software.

Baca juga: 3.100 Hektar Lahan di PPU Disiapkan, Topang Infrastruktur Masa Depan IKN

Amazon Web Services menyediakan layanan cloud dan keamanan IT, Autodesk menangani manajemen konstruksi dan desain, Cisco mendukung infrastruktur IT dan jaringan, serta Esri berperan dalam analisis geospasial.

Di samping itu, IBM fokus pada manajemen aset dan lingkungan, Honeywell menangani sistem pengawasan dan keamanan, sementara Motorola menyediakan teknologi komunikasi dan jaringan yang andal.

"Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap aspek dari infrastruktur dan keamanan PoC Command Center yang akan dibangun di IKN memiliki standar infrastruktur terbaik, sehingga menciptakan ekosistem yang mutakhir dan berkelanjutan," tutur Ale dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (1/11/2024).

Ale pun optimistis tahap awal pembangunan PoC Command Center Tahap II ini dapat terlaksana dengan baik, menyusul dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat.

"Kami berharap, teknologi ini akan menjadi pusat percontohan teknologi smart city yang berpotensi besar dalam mendukung pengembangan teknologi di Nusantara untuk masa depan,” pungkas Ale.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau