Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Siapa bilang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berhenti hanya karena Presiden Prabowo Subianto tak menyingggungnya dalam pidato politik perdana usai dilantik MPR/DPR RI pada 20 Oktober 2024 lalu?
Nyatanya, pembangunan IKN terus digeber dan sejumlah proyek yang merupakan bagian dari ekosistem perkantoran di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan segera diresmikan.
Baca juga: Landasan Pacu Bandara Internasional Nusantara Tembus 3.000 Meter
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur yang juga Plt Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, secara kuantitatif pembangunan IKN yang terbagi menjadi tiga Batch menunjukkan progres signifikan.
"Progres Pembangunan Infrastruktur IKN secara kuantitatif Batch I telah mencapai 94,4 persen. Batch II tembus 69,5 persen, dan Batch II sudah berada pada posisi 23,9 persen," tutur Danis kepada Kompas.com, Jumat (15/11/2024).
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat SumadilagaDi antaranya adalah Istana Garuda, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Gedung Sekretariat Presiden, dan Pusat Pelatihan atau Training Center (TC) PSSI.
Baca juga: Taksi Terbang Beroperasi Komersial di IKN Tahun 2029
"Paling lambat aawal 2025 semuanya diresmikan," imbuh Danis.
Sementara, progres pembangunan fisik proyek-proyek investasi dengan skema pendanaan swasta dan BUMN Non-APBN Kementerian PU juga terus dikebut.
Hingga Jumat (15/11/2024), terdapat 16 paket pekerjaan telah tuntas dan dalam proses konstruksi.
Beberapa di antaranya yang telah tuntas adalah Swissotel Nusantara, Rumah Sakit (RS) Hermina, dan RS Mayapada.
Baca juga: Tak Bisa Jalan secara Otonom, Trem CRRC Sifang Bakal Dikembalikan ke China
Sedangkan proyek investasi dengan pendanaan swasta yang masih dalam tahap konstruksi meliputi Hotel Qubika, RS Abdi Waluyo, dan Bus EV Interchange.
Kemudian, Revitalitasi SDN 020 Sepaku, dan Restoran Kampung Kecil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang