Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SDN 020 Sepaku, Sekolah Pertama di IKN yang Memadukan Teknologi dan Budaya Lokal

Kompas.com, 28 Februari 2025, 20:10 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur megah, tetapi juga pada transformasi pendidikan.

Otorita IKN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Yayasan Pendidikan Astra, merelokasi dan merevitalisasi SDN 020 Sepaku menjadi sekolah masa depan yang memadukan teknologi, keberlanjutan, dan budaya lokal.

Baca juga: Mengenal Sertifikat Hak Atas Tanah IKN yang Dikantongi 4 Perusahaan

Sebelumnya, SDN 020 Sepaku di lokasi lama menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Kini, siswa-siswi sekolah dapat belajar dengan nyaman di bangunan baru yang megah dan modern.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin mengatakan, kegiatan relokasi dan revitalisasi dikerjakan sejak 2023 dengan dana hibah dari Yayasan Pendidikan Astra.

Bangunan sekolah ini mencakup 12 ruang kelas dan fasilitas pendukung yang lengkap.OIKN Bangunan sekolah ini mencakup 12 ruang kelas dan fasilitas pendukung yang lengkap.
"Kini telah rampung dan para pelajar bisa mulai menempati sekolah baru guna melanjutkan proses belajar," ujar Alimudin, Jumat (28/2/2025).

Fasilitas Lengkap, Desain Memukau

Bangunan sekolah ini mencakup 12 ruang kelas dan fasilitas pendukung yang lengkap, seperti laboratorium komputer dan IPA, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, UKS, koperasi, kantin, dan mushola.

Baca juga: Ini Empat Perusahaan yang Terima Sertifikat Hak Atas Tanah IKN

Desain sekolah mengadopsi arsitektur rumah panjang adat lamin Suku Dayak, dengan konsep smart building dan green building.

SDN 020 Sepaku bukan sekadar sekolah biasa. Sekolah ini dinilai sebagai simbol revolusi pendidikan di IKN, yang mengedepankan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan.
OIKN SDN 020 Sepaku bukan sekadar sekolah biasa. Sekolah ini dinilai sebagai simbol revolusi pendidikan di IKN, yang mengedepankan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, SDN 020 Sepaku juga menerapkan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa.

Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk belajar mandiri dan memahami materi secara mendalam.

Baca juga: Akhirnya, Empat Perusahaan Pelopor Kantongi Sertifikat Tanah IKN

Otorita IKN mengapresiasi Yayasan Pendidikan Astra atas dana hibah yang memungkinkan revitalisasi SDN 020 Sepaku selesai sesuai target.

Desain sekolah mengadopsi arsitektur rumah panjang adat lamin Suku Dayak, dengan konsep smart building dan green building.OIKN Desain sekolah mengadopsi arsitektur rumah panjang adat lamin Suku Dayak, dengan konsep smart building dan green building.
Sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif dalam dunia pendidikan.

SDN 020 Sepaku bukan sekadar sekolah biasa. Sekolah ini dinilai sebagai simbol revolusi pendidikan di IKN, yang mengedepankan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan.

Baca juga: Korea Selatan Hibahkan Rp 125 Miliar, Dukung Pengembangan SDM di IKN

Sekolah ini adalah tempat di mana generasi penerus bangsa dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan peluang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau