Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi mulai menempati kantor baru mereka sejak Senin, 3 Maret 2025.
Perpindahan ini disambut antusias oleh para ASN, yang merasa happy (senang) menjadi salah satu generasi pertama dan bagian dari sejarah pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Baca juga: Mulai Senin Ini, Semua Pegawai Otorita Berkantor di IKN
ASN yang juga Staf Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LH-SDH) Otorita IKN Anggi D Chairani, mengungkapkan kegembiraannya.
"Seru, happy, akhirnya kami enggak di Balikpapan lagi. Dengan berkantor di IKN, kami bisa lebih pasti menyesuaikan jadwal pekerjaan," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (4/3/2025).
Ia juga memuji kenyamanan kantor baru yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti AC, jaringan internet nir kabel berkecepatan tinggi, dan indoor forest.
Sebanyak 500 pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai berkantor di IKN Senin (3/3/2025)."Ini nyaman banget, tempatnya enggak benar-benar kosong, saya pindah ke sini, semua sudah tersedia. Ini hari kedua kami bekerja di sini, semua terpenuhi. Tinggal mengejar target pekerjaan yang harus tercapai," ungkapnya.
Baca juga: Lagi, IKN Dapat Hibah 7,6 Juta Dollar AS dari Negara Asing
Anggi merasakan suasana yang berbeda dibanding dengan kantor Otorita IKN sebelumnya baik di Balikpapan, maupun di Jakarta.
"Keluar kantor, suasana beda. Kantor Otorita IKN ini kan balai kota-nya IKN. Posisinya menghadap langsung Titik Nol IKN. Saya enggak mau kembali ke Balikpapan, kejauhan," imbuh Anggi.
Suasana H+2 di Kantor Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (4/3/2025).
ASN lainnya dari Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital (THD) Adam Rafieariq juga memberikan kesan positif terhadap kantor baru di IKN.
"Kami (Kedeputian THD) sudah menempati kantor Otorita IKN sejak hari Senin, 3 Maret 2025 kemarin. Kesannya baik, kantor ini menjadi ruang nyaman untuk kami bekerja," tutur Adam.
Baca juga: Otorita IKN Ubah Batas Waktu Pembangunan Investasi, Dipangkas Jadi 2025
Namun demikian, ada beberapa fasilitas kantor yang masih perlu dilengkapi, seperti kantin, kebersihan, ketersediaan toilet, dan konektivitas.
"Memang masih banyak yang perlu dilengkapi dari fasilitas kantor, seperti ketersediaan kantin/makan, kebersihan dan ketersediaan toilet, dan konektivitas," ungkap Adam.
Kantor Ibu Kota Nusantara (IKN)Dikatakan salah satu, karena sebelumnya ASN Kementerian Pekerjaan Umum (dahulu PUPR) telah berkantor terlebih dahulu di IKN, bahkan sebelum Otorita IKN dibentuk sejak akhir 2022.
Baca juga: Siapkah IKN Jadi Ibu Kota Politik yang Menarik Investasi Dunia?
Hal inilah yang menjadi pembeda atau wow factor, mengapa bekerja dan berkantor di IKN memiliki kesan tersendiri.
"Pengalaman yang diperoleh sebagai pionir bekerja di ibu kota masa depan Indonesia ini adalah wow-nya. Tapi ini (masih) bisa ditingkatkan ke depannya," ucap Adam.
Interior Townhall Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)"Ke mana-mana dekat, ada minimarket, layanan pengiriman barang, dan lain-lain di IKN," timpal Anggi.
Baca juga: Ali Berawi yang Mundur dari Otorita IKN Masih Bertugas Dampingi Basuki
Para ASN menggunakan bus bersama-sama untuk berangkat dan pulang kerja, sebagai bagian dari upaya mewujudkan target 80 persen pergerakan menggunakan transportasi umum atau mobilitas aktif.
Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, seperti Grab Mart untuk membeli sembako, Indomaret di bawah rusun, dan Plaza Seremoni untuk membantu para ASN lepas dari kepenatan alias healing.
Drop off area Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)Kendatipun harus melewati proses yang demikian panjang sejak 2022, ditambah pendapat pro dan kontra masyarakat, mengenai keberlanjutan IKN.
"Apa pun itu, merupakan bagian dari risiko yang kami ambil, ada banyak pro dan kontra. Tapi kami tetap semangat bekerja. Bangga bisa membangun Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah," tuntas Anggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang